Denpasar | Kelangkaan stok bahan bakar minyak terjadi di sejumlah wilayah Bali dan memicu antrean panjang kendaraan di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut terlihat pada Senin, 12 Oktober 2026, ketika pengendara harus menunggu lebih lama untuk memperoleh bensin. Sejumlah pengendara mengaku waktu tunggu mencapai sekitar satu jam, terutama pada jam-jam ketika arus kendaraan meningkat.
Antrean terlihat jelas di SPBU Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Kendaraan roda dua dan roda empat bergerak perlahan mengikuti jalur antrean yang memanjang hingga mendekati akses utama Denpasar-Gilimanuk. Pergerakan yang tersendat membuat perjalanan pengguna jalan di sekitar lokasi turut melambat. Sebagian pengendara memilih tetap bertahan dalam antrean karena khawatir tidak menemukan bahan bakar di stasiun pengisian berikutnya.
Situasi serupa juga dilaporkan di beberapa lokasi lain, lain SPBU Werdi Bhuwana, SPBU Sangeh, dan SPBU Lukluk. Antrean juga tampak di SPBU yang berada di kawasan permukiman padat Dalung Permai. Di lokasi-lokasi tersebut, kendaraan tampak menunggu secara berurutan di dalam maupun di sekitar area pengisian, menyesuaikan ruang yang tersedia.
Kelangkaan ini membuat aktivitas pengendara terganggu karena pengisian bahan bakar membutuhkan waktu lebih panjang dari biasanya. Pengguna kendaraan yang hendak bekerja, mengantar keluarga, atau melakukan perjalanan antarkota perlu memperhitungkan waktu tambahan sebelum berangkat. Panjang antrean dapat berubah mengikuti kedatangan pasokan dan tingginya permintaan, sehingga kondisi di setiap SPBU tidak selalu sama. Namun, kemunculan antrean di beberapa titik menunjukkan bahwa gangguan ketersediaan bensin berdampak pada mobilitas masyarakat di sejumlah kawasan Bali.
Kepadatan pembeli bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya terlihat di satu titik. Berdasarkan kondisi antrean yang dihimpun saat peristiwa berlangsung, kepadatan juga meluas ke wilayah Badung bagian selatan. Sejumlah pengendara terlihat mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memperoleh BBM, sehingga barisan kendaraan terbentuk di beberapa lokasi.
Sebagian besar SPBU yang berada di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan dilaporkan turut dipadati pengendara. Informasi tersebut merujuk pada keadaan antrean yang terpantau pada saat peristiwa, bukan pada kondisi di luar waktu pengamatan tersebut. Dengan demikian, lokasi-lokasi yang disebutkan menggambarkan sebaran kepadatan pembeli BBM di wilayah Badung selatan pada waktu kejadian.
Panjang barisan kendaraan di sekitar SPBU turut memengaruhi arus lalu lintas setempat. Kendaraan yang mengantre memenuhi area menuju tempat pengisian, sementara sebagian barisan memanjang hingga ruas jalan di sekitar SPBU. Kondisi ini membuat pergerakan kendaraan di sekitar lokasi menjadi lebih padat, terutama pada titik-titik yang menampung antrean dalam jumlah besar.
Kepadatan tersebut menunjukkan bahwa antrean pembelian BBM berlangsung di beberapa SPBU, bukan hanya pada satu lokasi tertentu. Namun, keterangan mengenai SPBU yang dipadati dan kondisi lalu lintas di sekitarnya tetap didasarkan pada himpunan informasi serta pengamatan antrean ketika peristiwa terjadi. Tidak terdapat penambahan keterangan mengenai penyebab lain maupun dampak lain di luar kondisi antrean dan kepadatan arus kendaraan yang terpantau saat itu.
Situasi antrean kendaraan terlihat padat di SPBU 54.083.08, Kelurahan Kapal, pada Selasa malam. Sebagian besar pengendara yang datang ke lokasi tersebut memilih mengisi BBM jenis Pertalite. Pilihan itu membuat lajur Pertalite dipenuhi kendaraan dan tampak jauh lebih panjang dibandingkan lajur untuk jenis BBM lainnya. Kendaraan roda dua maupun roda empat mengantre secara berurutan hingga memanjang ke area akses masuk SPBU.
Kepadatan terutama terlihat pada jam pulang kerja, ketika masyarakat mulai bergerak menuju tempat tinggal masing-masing. Pengendara harus menunggu cukup lama sebelum dapat mencapai dispenser. Sejumlah kendaraan yang hendak masuk terlihat memperlambat laju untuk menyesuaikan diri dengan antrean. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite di tengah kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Bali.
Gede Ari, warga Tabanan yang pulang bekerja dari Seminyak, menjadi salah satu pengendara yang merasakan panjangnya antrean tersebut. Ia berada di barisan paling belakang sejak pukul 18.30 Wita dan baru masuk ke area dispenser sekitar pukul 19.50 Wita. Sebelumnya, ia sempat diminta mundur saat hendak masuk SPBU. Karena antrean tetap ramai, Gede Ari kemudian berkeliling di sekitar Dalung sebelum akhirnya menuju SPBU Kapal.
Setibanya di SPBU Kapal, ia kembali menemukan antrean panjang, khususnya pada lajur Pertalite. Waktu tunggu yang berlangsung lebih dari satu jam menggambarkan tekanan yang dirasakan pengendara untuk memperoleh BBM. Meskipun lajur BBM jenis lain masih terlihat lebih longgar, sebagian besar konsumen tetap mengarahkan kendaraan ke dispenser Pertalite. Antrean pun bertahan hingga malam dan memengaruhi kelancaran arus kendaraan di sekitar pintu masuk SPBU.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membenarkan adanya kepadatan kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Badung, Bali. Kepadatan tersebut terlihat dari antrean kendaraan yang memanjang hingga area sekitar SPBU. Kondisi ini muncul ketika masyarakat mendatangi SPBU secara bersamaan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), di tengah informasi mengenai terbatasnya ketersediaan di beberapa lokasi.
Menurut Joseph, situasi itu dipicu kendala teknis dalam proses pasokan BBM dari pihak penyedia. Kendala tersebut berdampak pada kelancaran distribusi ke sejumlah SPBU, sehingga pelayanan pengisian tidak berlangsung seperti kondisi normal. Pihak kepolisian terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan petugas SPBU untuk mengantisipasi dampak antrean terhadap lingkungan sekitar.
Polres Badung menempatkan personel pengamanan di setiap SPBU yang terdampak. Kehadiran petugas ditujukan untuk mengatur pergerakan kendaraan, menjaga ketertiban pengendara, serta mencegah antrean meluas dan mengganggu lalu lintas di jalan utama. Personel juga melakukan pengawasan terhadap akses keluar-masuk SPBU agar kendaraan tetap bergerak secara tertib sesuai situasi di masing-masing lokasi.
Joseph menyampaikan bahwa Polres Badung bersama jajaran polsek memastikan antrean tetap berjalan lancar, terutama pada SPBU yang berada di kawasan padat kendaraan atau berpotensi memengaruhi arus lalu lintas. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan panjang antrean, kondisi jalan, dan kepadatan kendaraan di sekitar SPBU. Masyarakat diminta tetap tenang serta tidak panik ketika mendapati antrean di lokasi pengisian BBM.
Penanganan kepolisian dilakukan melalui penempatan personel, pemantauan kondisi lalu lintas, dan koordinasi dengan pengelola SPBU. Langkah tersebut diterapkan di lokasi-lokasi yang mengalami kepadatan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus kendaraan selama proses pelayanan berlangsung.
Baca juga: Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar | Dampak Kelangkaan BBM terhadap Distribusi Pangan di Sulawesi Selatan







