Kota Jakarta. Festival | Petugas Pasukan Oranye dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiapkan karya berbahan botol plastik bekas untuk Festival Perahu Cinta Lingkungan atau Cilung Fest 2026. Persiapan tersebut berlangsung di kawasan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Di lokasi itu, tampak sejumlah perahu yang dibuat dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan utama.
Sebanyak 43 perahu disiapkan untuk mendukung agenda Cilung Fest 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian penting dari persiapan festival yang menghadirkan karya perahu dari material bekas. Setiap perahu menunjukkan pemanfaatan botol plastik yang telah dikumpulkan dan diolah menjadi bentuk karya yang dapat ditampilkan di kawasan Danau Sunter Selatan.
Kehadiran 43 perahu berbahan botol plastik bekas memperlihatkan kreativitas petugas Pasukan Oranye dalam menyiapkan kebutuhan festival. Material yang biasanya menjadi bagian dari timbulan sampah digunakan dalam pembuatan karya perahu untuk Cilung Fest 2026. Persiapan ini menjadi pemandangan tersendiri di Danau Sunter Selatan menjelang pelaksanaan agenda tersebut.
Informasi mengenai penyiapan perahu itu disampaikan bersamaan dengan berlangsungnya persiapan di Jakarta Utara pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dengan 43 karya yang telah disiapkan, kawasan Danau Sunter Selatan menjadi lokasi persiapan perahu botol plastik untuk Festival Perahu Cinta Lingkungan 2026. Karya-karya tersebut berkaitan langsung dengan agenda Cilung Fest dan menjadi bagian dari tampilan festival yang akan berlangsung di kawasan tersebut.
Pasukan Oranye menghadirkan gagasan kreatif dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan untuk membuat perahu. Benda yang biasanya dipandang sebagai limbah tersebut diolah menjadi karya yang memiliki bentuk dan fungsi baru. Pemanfaatan ini menunjukkan bahwa material bekas dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih menarik, terutama ketika dipadukan dengan gagasan visual untuk mendukung sebuah kegiatan publik. Perahu-perahu tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus cerminan kreativitas para petugas.
Karya yang dihasilkan tidak tampil dalam satu bentuk yang seragam. Sebanyak 43 perahu yang disiapkan memiliki desain beragam dan unik, sehingga masing-masing menghadirkan karakter visual tersendiri. Keragaman tersebut membuat deretan perahu dari botol plastik tidak sekadar terlihat sebagai benda berbahan daur ulang, tetapi juga menjadi bagian dari suasana persiapan festival di Danau Sunter. Kehadirannya memperkaya tampilan lokasi dan memperlihatkan bagaimana material sederhana dapat mendukung dekorasi serta identitas sebuah acara.
Unsur hias turut memperkuat daya tarik karya-karya itu. Salah satu contohnya terlihat ketika seorang petugas memasang ornamen berbentuk burung bangau pada salah satu perahu. Ornamen tersebut memberikan sentuhan khas pada perahu dan menegaskan bahwa setiap karya dirancang dengan perhatian terhadap tampilan. Pilihan bentuk yang berbeda-beda membuat perahu-perahu itu memiliki daya visual yang lebih kuat saat ditempatkan di area festival. Dengan demikian, kreativitas Pasukan Oranye tidak hanya terlihat dari pemanfaatan botol plastik bekas, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan karya yang selaras dengan kebutuhan persiapan acara.
Sejumlah perahu yang telah selesai dibuat tampak berjajar di pinggiran Danau Sunter Selatan. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari kreativitas Pasukan Oranye dalam memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan utama. Sebanyak 43 perahu disiapkan dengan bentuk dan tampilan yang beragam, sehingga deretannya memperlihatkan hasil kerja lapangan yang dilakukan secara bertahap. Setiap perahu ditempatkan dengan rapi di area tepi danau untuk menunggu penataan berikutnya menjelang Cilung Fest 2026.
Di deretan itu terdapat perahu berbentuk burung elang. Bentuk tersebut terlihat menonjol karena memanfaatkan susunan botol plastik bekas yang dirangkai dan dibentuk menjadi bagian badan serta ornamen karya. Material yang semula merupakan limbah kemasan diolah menjadi perahu dekoratif yang memiliki karakter visual tersendiri. Penyelesaian karya dilakukan di sekitar lokasi Danau Sunter Selatan, dengan para petugas memastikan bagian-bagian perahu terpasang dan tampil sesuai rancangan yang telah disiapkan.
Aktivitas para petugas berlanjut pada tahap pemindahan dan penataan karya. Beberapa petugas terlihat mengangkat serta memindahkan perahu berbahan botol plastik bekas berbentuk burung elang untuk ditampilkan dalam Cilung Fest 2026. Proses tersebut dilakukan secara bersama-sama agar karya dapat dipindahkan dengan aman dari area pengerjaan menuju tempat penampilan. Gerakan para petugas menunjukkan bahwa persiapan tidak hanya mencakup pembuatan, tetapi juga pengaturan posisi dan pemindahan karya di lapangan. Dengan demikian, suasana di pinggiran Danau Sunter Selatan pada waktu persiapan festival dipenuhi kegiatan penataan 43 perahu hasil pemanfaatan botol plastik bekas. Deretan perahu yang sudah rampung dan proses pemindahan karya elang memperlihatkan tahapan akhir persiapan sebelum seluruh karya ditampilkan kepada pengunjung festival.
Festival Perahu Cinta Lingkungan 2026, atau Cilung Fest, membawa pesan sederhana bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan kreatif dan pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai. Pesan tersebut terlihat langsung dari karya Pasukan Oranye yang menghadirkan 43 perahu berbahan botol plastik bekas di Danau Sunter. Botol-botol yang sebelumnya dipandang sebagai sampah diolah menjadi bagian dari karya yang menarik perhatian sekaligus menyampaikan makna tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Kehadiran perahu-perahu tersebut mengajak masyarakat untuk melihat kembali kebiasaan sehari-hari, terutama dalam menggunakan plastik sekali pakai. Ajakan yang disampaikan melalui festival ini bukan sekadar untuk mengurangi pemakaian, melainkan juga untuk mempertimbangkan kemungkinan menggunakan kembali barang bekas secara kreatif. Dengan demikian, botol plastik tidak hanya berakhir sebagai benda yang dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai visual dan pesan edukatif.
Kreativitas Pasukan Oranye memperlihatkan bahwa kepedulian lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan masyarakat. Perahu dari botol plastik bekas menjadi media untuk mengingatkan bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat diberi fungsi baru apabila dikelola dengan gagasan dan keterampilan. Pesan ini juga mendorong setiap orang untuk lebih memperhatikan pilihan penggunaan barang dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui Cilung Fest, masyarakat diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan kembali barang bekas. Karya 43 perahu di Danau Sunter menjadi penggambaran nyata dari ajakan tersebut. Festival ini menempatkan kreativitas sebagai sarana untuk menyampaikan kepedulian, sementara botol plastik bekas menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dan pemanfaatan benda yang ada di sekitar.






