banner 728x250

Panggung Pensi SMAN 35 Jakarta: Freya Delovia dan Band NaCl Tampil Menonjol

Panggung Pensi SMAN 35 Jakarta: Freya Delovia dan Band NaCl Tampil Menonjol
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Kapanlagi Pensi Bareng 2026 di SMAN 35 Jakarta menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan siswa dan guru. Panggung tersebut juga menghadirkan para pemenang, sehingga rangkaian penampilan terasa sebagai kesempatan untuk merayakan bakat dan kerja keras. Suasana acara berlangsung semarak, dengan perhatian penonton tertuju pada setiap penampil yang mengambil giliran. Meski kondisi di lokasi menantang, para peserta tetap berusaha memberikan penampilan terbaik dan menjaga kepercayaan diri sepanjang acara.

Matahari yang terik menjadi salah satu tantangan bagi mereka yang tampil. Selain harus beradaptasi dengan cuaca, para peserta juga menjalani persiapan dalam waktu yang relatif singkat. Namun, keadaan itu tidak menghalangi mereka untuk naik ke panggung dan menunjukkan kemampuan masing-masing. Keberanian tampil di hadapan banyak orang menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Setiap penampilan memperlihatkan upaya peserta untuk tetap fokus, mengikuti persiapan yang telah dilakukan, dan menyampaikan karya mereka dengan sebaik mungkin.

banner 325x300

Dukungan dari penonton turut membangun suasana yang positif. Siswa dan guru menyambut penampilan dengan tepuk tangan serta sorak-sorai, memberi semangat kepada para peserta selama berada di panggung. Respons tersebut membuat suasana terasa hidup dan menunjukkan bahwa penampilan mereka mendapat perhatian dari warga sekolah. Dukungan langsung seperti ini dapat membantu peserta merasa lebih nyaman, terutama ketika mereka harus tampil dalam cuaca panas dan menghadapi waktu persiapan yang terbatas. Panggung pun menjadi ruang untuk berbagi energi penampil dan penonton.

Aqua dan Mizone mendukung acara dengan membantu menjaga asupan mineral, stamina, dan fokus para peserta. Ketersediaan dukungan tersebut relevan dengan kebutuhan mereka saat mengikuti rangkaian penampilan di tengah cuaca terik. Menjaga kondisi tubuh tetap menjadi perhatian agar peserta dapat menjalani kegiatan dengan lebih baik. Dalam Kapanlagi Pensi Bareng 2026, penampilan para peserta dan pemenang, sambutan hangat dari siswa serta guru, dan dukungan bagi kebutuhan peserta menjadi bagian dari pengalaman acara. Pensi di SMAN 35 Jakarta pun menjadi kesempatan bagi para siswa untuk tampil percaya diri di hadapan komunitas sekolah.

Freya Delovia meraih juara pertama dalam penampilan tari di panggung Pensi SMAN 35 Jakarta dengan membawakan tarian tradisional Betawi berjudul Nandak Ganjen. Pilihan tersebut menjadi sorotan karena tarian ini memiliki karakter yang lincah dan energik, sekaligus membawa pesan tentang semangat. Freya mampu menampilkan unsur-unsur itu dengan meyakinkan di atas panggung. Gerakannya yang dinamis membantu menghadirkan karakter Nandak Ganjen, sementara penguasaan ekspresi dan ritme membuat pesan tarian terasa jelas bagi penonton. Penampilannya menunjukkan bahwa tari tradisional dapat disampaikan secara kuat melalui perpaduan teknik, energi, dan pemahaman terhadap karakter karya.

Keberhasilan Freya tidak lepas dari pengalaman yang telah ia bangun selama beberapa tahun. Ia menekuni seni tari sejak duduk di bangku SMP, sehingga memiliki bekal dalam mempelajari gerakan dan menyiapkan penampilan. Sebelumnya, Freya juga pernah meraih juara pertama dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan seninya, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan menari. Untuk penampilan Nandak Ganjen, ia tidak mengalami kendala berarti selama persiapan karena sudah menguasai tarian yang dibawakan. Dengan materi yang telah dipahami, ia dapat memusatkan perhatian pada penyampaian karakter tarian dan penampilan di panggung.

Meski memiliki pengalaman dan persiapan yang cukup, Freya mengaku tidak menyangka akan menjadi pemenang utama. Hasil tersebut tetap terasa mengejutkan baginya, sekaligus menjadi momen yang membahagiakan. Ia merasa sangat senang setelah namanya diumumkan sebagai juara pertama. Pengakuan itu melengkapi penampilannya di Pensi SMAN 35 Jakarta, tempat ia menunjukkan kemampuan membawakan tari Betawi dengan energi dan semangat. Prestasi tersebut juga menjadi pencapaian baru dalam perjalanan Freya menekuni tari sejak SMP, setelah sebelumnya meraih juara pertama FLS2N. Kemenangan ini menegaskan keberhasilan penampilannya dalam menghidupkan Nandak Ganjen, tanpa menghilangkan karakter lincah dan pesan semangat yang menjadi bagian penting dari tarian tersebut.

NaCl berawal dari kegiatan ekstrakurikuler musik di SMAN 35 Jakarta, saat para personelnya masih duduk di kelas 10. Pada mulanya, kegiatan itu menjadi ruang bagi para siswa untuk berlatih, mengenal kemampuan masing-masing, dan menikmati musik bersama. Pertemuan dalam lingkungan sekolah kemudian berkembang menjadi awal terbentuknya sebuah band yang kini dikenal dengan nama NaCl. Kedekatan sebagai teman sekolah turut membuat proses berkumpul terasa alami, tanpa harus diawali rencana besar untuk membangun kelompok musik.

Bagas Adhiansyah dan Arkan Al Faridzi menjadi dua sosok yang mulai mengajak siswa lain untuk bergabung. Mereka mengumpulkan calon anggota melalui ajakan ketua ekstrakurikuler musik serta hubungan pertemanan yang sudah terjalin di sekolah. Dari ajakan tersebut, para siswa yang memiliki minat dan ketertarikan serupa mulai berkumpul. Formasi mereka kemudian terdiri atas Galih Adrianto sebagai drummer, Mandala Ibni sebagai bassist, Jemima Gendis sebagai pianist, keyboardist, sekaligus vocalist, serta Glayds Calista sebagai vocalist. Peran yang berbeda memberi setiap anggota ruang untuk berkontribusi dalam permainan dan penampilan grup.

Setelah anggota berkumpul, mereka menjalani latihan santai di studio. Suasana latihan yang tidak terlalu formal membantu mereka saling menyesuaikan diri, mencoba memainkan musik bersama, dan menemukan cara berinteraksi sebagai satu kelompok. Dari proses tersebut, kecocokan musikal dan chemistry di para personel mulai terasa. Hal itu menjadi salah satu alasan mereka melanjutkan kegiatan bersama, sekaligus membangun identitas sebagai band. Nama NaCl kemudian digunakan ketika mereka mulai tampil di berbagai panggung dan mengikuti perlombaan di lingkungan sekolah.

Perjalanan dari ekstrakurikuler menuju penampilan di panggung sekolah menunjukkan bagaimana minat bersama dapat berkembang melalui latihan dan kebersamaan. NaCl tumbuh dari lingkaran siswa yang awalnya berkumpul untuk bermusik, lalu memperoleh pengalaman lewat kesempatan tampil dan berkompetisi. Para personelnya kini telah menjadi siswa kelas 11 di SMAN 35 Jakarta. Meski berawal dengan latihan santai, perjalanan mereka memperlihatkan proses bertahap: bertemu lewat kegiatan sekolah, membentuk formasi, menemukan chemistry, kemudian membawa nama NaCl ke berbagai acara. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan mereka sebagai band sekolah dan memberi mereka ruang untuk terus bermusik bersama.

Di balik penampilan NaCl, kemampuan setiap personel tumbuh melalui proses belajar bersama yang membutuhkan kerja sama dan kesabaran. Mereka tidak hanya berlatih memainkan lagu, tetapi juga saling membantu memahami dasar-dasar bermusik. Ketika salah satu anggota menguasai suatu teori atau teknik, pengetahuan itu dibagikan kepada personel lain agar mereka dapat berkembang sebagai kelompok. Cara ini membuat proses latihan menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, bukan sekadar mengulang bagian lagu sampai selesai. Setiap anggota memiliki kesempatan untuk belajar, bertanya, dan memperbaiki permainan dengan dukungan teman satu band.

Kerja sama tersebut juga penting karena para personel memiliki kemampuan dan pemahaman yang tidak selalu sama. Mereka perlu menyamakan tempo, mendengarkan satu sama lain, serta menyesuaikan permainan agar musik terdengar padu. Kesabaran menjadi bagian penting ketika sebuah teknik belum dikuasai atau bagian tertentu masih perlu diperbaiki. Alih-alih terburu-buru, mereka belajar secara bertahap dan saling memberi masukan. Kebiasaan berbagi teori dan teknik itu membantu membangun komunikasi di anggota, sekaligus memperkuat rasa percaya diri saat tampil. Bagi band pelajar seperti NaCl, proses semacam ini menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan bersama.

Persiapan menuju Kapanlagi Pensi Bareng.

Baca juga: Jakarta Rayakan Hari Ozon dengan Pemadaman Listrik Sementara | Dampak Kemarau Panjang pada Kesehatan Warga Jakarta | Panduan Menuju Konser The Weeknd di Jakarta

banner 325x300