banner 728x250

Prabowo Menganugerahkan Bintang Maha Putra kepada Tujuh Tokoh TNI

Prabowo Menganugerahkan Bintang Maha Putra kepada Tujuh Tokoh TNI
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Maha Putra kepada tujuh tokoh TNI. Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang berlangsung di Lapangan Prima, Markas Besar TNI (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta, pada Senin.

Pemberian Bintang Maha Putra menempatkan tujuh tokoh TNI sebagai penerima penghargaan dalam agenda resmi kenegaraan tersebut. Tanda kehormatan itu diserahkan oleh Presiden Prabowo dalam upacara yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun TNI ke-81. Dengan demikian, penganugerahan ini menjadi inti kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mabes TNI, Cilangkap.

banner 325x300

Peristiwa tersebut mempertemukan agenda pemberian penghargaan negara dengan peringatan HUT ke-81 TNI. Presiden Prabowo hadir sebagai pihak yang menganugerahkan Bintang Maha Putra, sementara tujuh tokoh TNI tercatat sebagai penerima tanda kehormatan. Upacara berlangsung di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, pada Senin, sesuai dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Penganugerahan kepada tujuh tokoh TNI itu menjadi informasi utama dalam pelaksanaan peringatan tersebut. Bintang Maha Putra diberikan dalam sebuah upacara yang digelar di Lapangan Prima, kawasan Mabes TNI, Cilangkap. Agenda ini sekaligus menandai penyelenggaraan peringatan HUT ke-81 TNI pada Senin di Jakarta, dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemberi tanda kehormatan.

Penganugerahan Bintang Maha Putra kepada tujuh tokoh TNI merupakan bentuk penghormatan negara atas dharma bakti dan jasa-jasa luar biasa yang telah mereka berikan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi para penerima dalam mendukung kemajuan, pengembangan, serta pembangunan Tentara Nasional Indonesia. Peran mereka dinilai memiliki arti penting bagi penguatan institusi pertahanan negara dan pelaksanaan tugas TNI dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Indonesia.

Jasa dan pengabdian para tokoh tersebut disebut telah diakui secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengakuan itu mencerminkan besarnya kontribusi mereka selama menjalankan tanggung jawab kedinasan dan pengabdian kepada negara. Berbagai pemikiran, kepemimpinan, serta dedikasi yang diberikan turut menjadi bagian dari proses membangun TNI yang profesional, kuat, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.

Secara formal, penganugerahan tanda kehormatan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum bagi negara dalam memberikan penghargaan kepada individu yang dinilai telah menunjukkan jasa luar biasa. Pemberian tanda kehormatan dilakukan melalui mekanisme kenegaraan dan mencerminkan penilaian resmi terhadap rekam pengabdian serta sumbangsih para penerima.

Dengan adanya keputusan presiden tersebut, penghargaan kepada tujuh tokoh TNI memiliki dasar yang jelas sekaligus menegaskan perhatian negara terhadap dedikasi dalam bidang pertahanan. Penghormatan ini juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi prajurit dan generasi penerus agar terus mengutamakan integritas, profesionalisme, serta pengabdian kepada bangsa. Informasi mengenai dasar keputusan dan alasan pemberian penghargaan itu berdasarkan pantauan tayangan YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta pada Senin.

Bintang Maha Putra Adipurna dianugerahkan kepada tiga tokoh, yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2025–2026 Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Ketiganya tercatat sebagai penerima tanda kehormatan Bintang Maha Putra Adipurna.

Penerima pertama adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2025–2026 Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Nama tersebut ditulis bersama pangkat Jenderal TNI (Purn) dan jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2025–2026. Dengan demikian, Djamari Chaniago merupakan salah satu dari tiga tokoh yang memperoleh Bintang Maha Putra Adipurna.

Penerima kedua adalah Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Nama Sjafrie Sjamsoeddin tercantum dengan pangkat Jenderal TNI (Purn) serta jabatan Menteri Pertahanan. Ia menjadi penerima Bintang Maha Putra Adipurna bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2025–2026 Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Penerima ketiga adalah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Nama, pangkat, dan jabatan tersebut dicantumkan sebagai bagian dari daftar penerima Bintang Maha Putra Adipurna. Agus Subiyanto tercatat dengan pangkat Jenderal TNI dan jabatan Panglima TNI.

Daftar penerima Bintang Maha Putra Adipurna terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2025–2026 Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Penyebutan tersebut memuat nama, pangkat, jabatan, dan periode jabatan sebagaimana tercantum dalam daftar penerima.

Selain tiga tokoh yang menerima Bintang Maha Putra Utama, terdapat empat penerima Bintang Maha Putra Adi Pradana. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah pejabat tinggi TNI sebagai bagian dari rangkaian penganugerahan tanda kehormatan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Penerima pertama adalah Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Ia tercatat sebagai salah satu dari empat tokoh yang memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana dalam acara tersebut. Penyebutan jabatan dan pangkatnya melengkapi daftar penerima tanda kehormatan pada tingkatan ini.

Penerima berikutnya ialah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak. Ia menerima tanda kehormatan yang sama bersama tiga pejabat tinggi TNI lainnya. Dalam daftar tersebut, Maruli menjadi perwakilan dari jajaran pimpinan TNI Angkatan Darat.

Selanjutnya, Bintang Maha Putra Adi Pradana diberikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali. Namanya tercantum sebagai penerima bersama Wakil Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Tokoh keempat adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marskal TNI Muhammad Tony Harjono. Dengan demikian, empat penerima Bintang Maha Putra Adi Pradana dalam rangkaian penganugerahan ini terdiri atas Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Maruli Simanjuntak, Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Marskal TNI Muhammad Tony Harjono. Daftar tersebut melengkapi informasi mengenai tujuh tokoh TNI yang menerima tanda kehormatan Bintang Maha Putra.

banner 325x300