banner 728x250

Pramono Anung Soroti Dukungan bagi Guru dan Program Pendidikan Jakarta

Pramono Anung Soroti Dukungan bagi Guru dan Program Pendidikan Jakarta
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa dukungan terhadap guru merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memberikan sambutan dalam Konferensi Regional Asia Pasifik ke-10 Education International di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Pramono, mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, fasilitas, atau kebijakan yang disusun pemerintah. Kualitas tersebut sangat bergantung pada orang-orang yang menjalankan proses pendidikan, terutama guru yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari. Karena itu, penguatan kapasitas, kesejahteraan, dan perlindungan bagi pendidik perlu menjadi bagian penting dari agenda pembangunan pendidikan.

banner 325x300

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya memperluas akses agar semakin banyak anak dapat bersekolah. Perluasan kesempatan belajar harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan para guru memperoleh dukungan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya. Dukungan itu juga perlu mencakup guru yang mengajar di sekolah swasta, mengingat mereka turut berperan dalam menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat Jakarta.

Pramono menilai kebijakan pendidikan perlu mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi guru di berbagai jenis sekolah. Dengan dukungan yang lebih merata, pendidik diharapkan dapat mengembangkan kompetensi, menciptakan pembelajaran yang relevan, dan memberikan layanan yang lebih baik kepada siswa. Pendekatan itu sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak dapat dipisahkan dari penghargaan terhadap peran guru sebagai pelaksana utama proses belajar mengajar.

Pramono Anung menyampaikan apresiasi terhadap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi yang aktif menjadi bagian dari Education International. Keterlibatan tersebut dinilai menunjukkan bahwa PGRI tidak hanya berperan di tingkat nasional, tetapi juga terhubung dengan gerakan pendidikan global. Melalui posisi itu, PGRI memiliki ruang untuk menyuarakan berbagai persoalan pendidik serta memperkuat kerja sama dalam memperjuangkan kualitas dan martabat profesi guru.

Menurut Pramono, salah satu tanggung jawab penting PGRI adalah memperjuangkan kesejahteraan para guru. Kesejahteraan tidak terbatas pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mencakup kepastian kerja, kondisi kerja yang layak, serta dukungan yang memungkinkan guru menjalankan tugas secara optimal. Guru yang memperoleh penghargaan dan dukungan memadai akan memiliki ruang lebih besar untuk berkonsentrasi pada proses pembelajaran dan pengembangan peserta didik.

Ia juga menilai PGRI berperan dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui penguatan kompetensi, pengembangan kapasitas, dan pemeliharaan standar profesi. Di samping itu, organisasi tersebut perlu melindungi hak-hak guru ketika menjalankan pekerjaan, termasuk ketika pendidik menghadapi persoalan dalam lingkungan sekolah maupun dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan. Perlindungan ini penting agar guru dapat bekerja dengan aman, adil, dan bermartabat.

Pramono menekankan bahwa tanggung jawab PGRI tidak berhenti pada persoalan yang dihadapi guru saat ini. Organisasi tersebut juga diharapkan memperjuangkan jaminan masa depan bagi para pendidik. Hal itu mencakup kepastian karier, perlindungan sosial, dan kehidupan yang layak setelah masa pengabdian berakhir. Dengan demikian, dukungan terhadap PGRI berkaitan langsung dengan upaya membangun sistem pendidikan yang menghargai guru secara menyeluruh, baik melalui kesejahteraan, profesionalisme, perlindungan hak, maupun jaminan masa depan.

Peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Pandangan Pramono Anung menempatkan kolaborasi sebagai unsur penting untuk memperkuat upaya perbaikan pendidikan di Jakarta. Sekolah, perguruan tinggi, organisasi, serta berbagai pemangku kepentingan memiliki peluang untuk bekerja bersama sesuai peran dan kapasitas masing-masing. Kerja sama tersebut diperlukan agar perhatian terhadap kebutuhan pendidikan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dalam kerangka kolaborasi itu, dukungan kepada guru menjadi salah satu perhatian utama. Guru memegang peran penting dalam proses pembelajaran, sehingga peningkatan mutu pendidikan perlu disertai dukungan yang memadai terhadap pelaksanaan tugas mereka. Sekolah dapat menjadi ruang awal untuk membangun kerja bersama, sementara perguruan tinggi dan organisasi dapat turut memberikan perspektif serta kontribusi yang relevan. Keterlibatan pemangku kepentingan lainnya juga membuka kesempatan untuk memperkuat ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Pramono menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan perlu dihadapi melalui kebersamaan, bukan dengan bekerja sendiri-sendiri. “Pendidikan ini harus kita kerjakan bersama-sama, karena tidak mungkin satu pihak menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya menyatukan perhatian dan sumber daya untuk mencari solusi atas berbagai tantangan pendidikan saat ini. Melalui kolaborasi yang terarah, dukungan bagi guru dapat diperkuat, mutu pendidikan dapat ditingkatkan, dan langkah penyelesaian masalah dapat dibangun berdasarkan kepedulian bersama. Dengan demikian, kerja sama antarpihak bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari usaha menciptakan pendidikan yang lebih baik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan dukungan pendidikan sebagai salah satu upaya penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat. Pramono Anung menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan melalui sejumlah program yang mencakup jenjang sekolah hingga perguruan tinggi. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan secara lebih layak.

Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) berfungsi sebagai dukungan finansial bagi pelajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Bantuan ini dapat digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan sekolah, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi hambatan utama bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Saat ini, penerima KJP Plus disebut berjumlah lebih dari 700.000 orang di Jakarta.

Dukungan juga diberikan kepada mahasiswa melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program tersebut membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu membiayai kebutuhan pendidikan tinggi, termasuk keperluan yang berkaitan dengan perkuliahan. Lebih dari 50.000 mahasiswa tercatat menerima KJMU. Dengan cakupan tersebut, bantuan pendidikan Jakarta tidak berhenti pada jenjang sekolah, tetapi berlanjut hingga perguruan tinggi.

Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui bantuan biaya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong perbaikan sarana dan prasarana sekolah agar lingkungan belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan akademik. Sejak 2025, pemerintah menargetkan renovasi 19 gedung sekolah yang tersebar di seluruh Jakarta. Perbaikan fasilitas diharapkan berjalan seiring dengan perluasan akses pendidikan bagi peserta didik di berbagai wilayah.

Selain program yang telah berjalan, Pemprov DKI sedang mempersiapkan LPDP Jakarta untuk tahun depan. Program ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang memiliki aspirasi serta potensi akademik untuk melanjutkan pendidikan. Kesempatan tersebut termasuk kemungkinan menempuh studi di luar negeri, sehingga dukungan pemerintah dapat menjangkau calon-calon penerus dengan kemampuan dan cita-cita yang kuat.

Baca juga: Dukungan Pemerintah Bogor bagi Alumni Siswa Kurang Mampu | TNI Salurkan Dukungan Peralatan Penanganan Karhutla ke Kalimantan Tengah | Evaluasi Menyakitkan: Program Makan Bergizi Gratis dan Peningkatan Kasus Keracunan

banner 325x300