JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa persiapan layanan Transjakarta jalur udara telah dilakukan sejak dini. Persiapan tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi transportasi ibu kota untuk kebutuhan jangka panjang. Menurut Pramono, pembahasan mengenai layanan ini perlu ditempatkan dalam kerangka perkembangan Jakarta sebagai kota megapolitan yang terus menghadapi kebutuhan mobilitas yang semakin kompleks.
Dalam konteks tersebut, transportasi udara cepat diperkirakan akan dibutuhkan Jakarta, cepat atau lambat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perencanaan transportasi tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan perubahan skala kota dan tuntutan mobilitas pada masa mendatang. Dengan jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, serta pergerakan masyarakat yang besar, Jakarta memerlukan pengaturan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan jangka panjang secara terencana.
Pramono menyampaikan pernyataan itu setelah mengunjungi Mal Pelayanan Publik di Jalan Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/10). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Gubernur untuk menjelaskan arah persiapan layanan Transjakarta jalur udara sebagai bagian dari pemikiran mengenai masa depan transportasi Jakarta. Ia menekankan bahwa langkah persiapan dilakukan lebih awal, sehingga kebutuhan transportasi kota dapat dipertimbangkan sebelum tekanan mobilitas menjadi semakin besar.
Meski demikian, pernyataan tersebut berfokus pada arah kebijakan dan kebutuhan persiapan, bukan pada rincian pelaksanaan layanan. Bentuk layanan, jadwal operasi, rute, teknologi, maupun tahapan pembangunan belum disampaikan dalam keterangan itu. Karena itu, layanan Transjakarta jalur udara dapat dipahami sebagai bagian dari agenda transportasi jangka panjang yang masih berada dalam tahap persiapan dan pengkajian. Arah ini memperlihatkan pentingnya perencanaan sejak dini bagi Jakarta sebagai kota megapolitan yang membutuhkan sistem transportasi masa depan secara bertahap dan terukur.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking penataan kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, pada pekan depan. Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah melakukan kunjungan ke Mal Pelayanan Publik di Jalan Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Jumat. Groundbreaking menjadi penanda dimulainya tahapan penataan kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas dan mobilitas warga di Jakarta Selatan.
Pramono menyampaikan bahwa telah tercapai kesepakatan PT MRT Jakarta dan para pengembang yang berada di kawasan Blok M. Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan penataan Blok M Hub. Dengan adanya kesepahaman pihak-pihak terkait, pemerintah daerah dapat melanjutkan rencana penataan sesuai tahapan yang telah dipersiapkan. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan koordinasi pemerintah, pengelola transportasi, dan pihak pengembang di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menyatakan rencana untuk hadir dalam agenda peluncuran sekaligus peletakan batu pertama penataan Blok M Hub. Kehadiran gubernur direncanakan untuk menandai dimulainya agenda tersebut secara resmi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menyampaikan rincian lain mengenai bentuk penataan, nilai investasi, target penyelesaian, atau pihak pengembang secara lebih spesifik. Untuk saat ini, informasi yang disampaikan berfokus pada adanya kesepakatan MRT dan pengembang serta rencana pelaksanaan peluncuran dan groundbreaking pada pekan depan. Perkembangan berikutnya akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai pelaksanaan penataan kawasan itu.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan memberikan klarifikasi mengenai kondisi Waduk Bango di Pondok Labu, Cilandak. Pihak Sudin SDA Jakarta Selatan membantah informasi yang menyebut waduk tersebut jebol. Penjelasan itu disampaikan saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, sebagai tanggapan atas kabar mengenai kondisi fasilitas pengendali air tersebut.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus, menjelaskan bahwa Waduk Bango belum berada dalam kondisi akhir pembangunan. Menurut dia, waduk tersebut masih dalam tahap pembangunan dan saat ini tengah menjalani pekerjaan revitalisasi. Karena proses pengerjaan masih berlangsung, kondisi di sekitar waduk merupakan bagian dari kegiatan penataan serta pembenahan fasilitas.
Junjung menegaskan bahwa penyebutan Waduk Bango sebagai waduk yang jebol tidak sesuai dengan informasi dari instansi yang menangani pemeliharaan sumber daya air di wilayah Jakarta Selatan. Status waduk tersebut masih berkaitan dengan pekerjaan pembangunan dan revitalisasi, bukan kerusakan sebagaimana disebutkan dalam informasi yang beredar.
Klarifikasi ini menempatkan kondisi Waduk Bango dalam konteks pekerjaan infrastruktur yang masih berjalan. Sudin SDA Jakarta Selatan menyampaikan keterangan berdasarkan pemantauan dan penanganan teknis terhadap waduk di Pondok Labu. Dengan demikian, informasi yang dapat dipastikan dari pihak berwenang adalah bahwa Waduk Bango masih dalam proses pembangunan serta revitalisasi, sementara kabar mengenai waduk yang jebol telah dibantah oleh Sudin SDA Jakarta Selatan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menjajaki peluang investasi untuk pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di sekitar Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. Penjajakan tersebut dilakukan bersama investor asal Singapura melalui penandatanganan nota kesepahaman yang menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut mengenai potensi kerja sama pengembangan kawasan.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Jumat. Menurut dia, nota kesepahaman itu mencakup kajian pengembangan area di sekitar kedua stasiun, termasuk peluang penataan ruang yang terintegrasi dengan layanan transportasi massal. Kajian tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kawasan yang lebih mudah diakses, fungsional, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ruang lingkup kerja sama juga meliputi pembahasan mengenai pendanaan kreatif untuk mendukung realisasi proyek. Selain itu, para pihak menjajaki pembentukan ekosistem retail atau komersial yang dapat melengkapi aktivitas perjalanan dan kebutuhan warga di sekitar stasiun. Aspek rantai pasok turut menjadi bagian dari pembahasan, sehingga pengembangan kawasan dapat ditopang oleh konektivitas usaha dan distribusi yang lebih terencana.
Di wilayah Kepulauan Seribu, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian menyalurkan 4.100 benih ikan air tawar kepada instansi, sekolah, dan masyarakat. Penyaluran dilakukan di Pulau Kelapa, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka sebagai bagian dari upaya menggiatkan budi daya ikan air tawar.
Dari total tersebut, sebanyak 1.400 benih merupakan ikan nila, sedangkan 2.700 benih lainnya adalah ikan lele. Jenis benih itu dipilih untuk mendukung kegiatan budi daya yang dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di masing-masing pulau. Distribusi kepada berbagai unsur tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah memperluas pemanfaatan budi daya ikan air tawar sebagai kegiatan produktif di Kepulauan Seribu.









