banner 728x250

Rocky Gerung Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Rocky Gerung Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berjalan Baik
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan baik selama dua tahun. Penilaian tersebut menjadi inti pernyataan Rocky ketika menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pandangan mengenai jalannya pemerintahan selama periode dua tahun tersebut. Pernyataannya menyatakan bahwa pemerintahan berjalan baik, tanpa uraian lebih lanjut mengenai bidang tertentu ataupun ukuran penilaian yang digunakan. Dengan demikian, apresiasi Rocky dapat dipahami sebagai penilaian umum terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran sejauh dua tahun.

Kehadiran Rocky dalam sidang kabinet paripurna menempatkan penilaiannya dalam konteks pertemuan resmi di lingkungan Istana Kepresidenan. Namun, informasi yang disampaikan tentang pandangannya terbatas pada penilaian bahwa pemerintahan berjalan baik. Tidak terdapat rincian mengenai program, kebijakan, kinerja kementerian, atau aspek tertentu yang menjadi dasar pernyataan tersebut. Karena itu, penilaian itu tidak perlu diperluas menjadi kesimpulan tentang capaian spesifik maupun dukungan terhadap setiap kebijakan pemerintah. Pembedaan ini penting agar inti keterangannya tetap disampaikan secara akurat dan proporsional.

banner 325x300

Pernyataan tersebut juga memberi gambaran mengenai respons Rocky terhadap dua tahun pertama pemerintahan Prabowo dan Gibran. Ia menyampaikan apresiasi secara singkat, tanpa penjelasan tambahan yang merinci alasan atau tolok ukur penilaiannya. Sidang kabinet paripurna berlangsung di Jakarta pada 21 Oktober 2026, dan Rocky hadir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Dalam menyampaikan kabar ini, pokok informasi yang dapat ditegaskan adalah waktu serta tempat kehadirannya dan penilaian umum yang ia sampaikan. Tidak ada dasar dalam keterangan tersebut untuk mengatribusikan kepadanya evaluasi yang lebih luas atau lebih terperinci. Oleh karena itu, laporan mengenai pandangan Rocky berfokus pada pernyataan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan baik setelah dua tahun, tanpa menambahkan klaim mengenai alasan, indikator, atau rincian kinerja yang tidak disebutkan.

Rocky Gerung menunjukkan apresiasinya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran melalui gestur finger heart yang dibentuk dengan kedua tangan. Ia mengangkat jari-jari dan menyatukannya hingga menyerupai bentuk hati, sebuah isyarat yang lazim digunakan untuk menyampaikan rasa suka atau dukungan. Gestur tersebut menjadi bagian dari momen kehadirannya dalam sidang kabinet paripurna, sekaligus menarik perhatian karena tampil sebagai ekspresi nonverbal di tengah agenda resmi kenegaraan. Menurut keterangan yang menyertai peristiwa itu, bentuk hati kecil dengan jari tersebut populer dari Korea Selatan dan kemudian dikenal luas di berbagai negara. Isyarat itu kerap digunakan dalam budaya populer maupun percakapan sehari-hari untuk menyampaikan apresiasi secara sederhana.

Penggunaan finger heart oleh Rocky dapat dibaca sebagai ungkapan apresiasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sesuai konteks yang disampaikan dalam peristiwa tersebut. Namun, gestur itu tidak menggantikan pembahasan mengenai capaian dan tantangan pemerintah. Isyarat tangan hanya menjadi cara ringkas untuk menunjukkan sikap, sementara penilaian atas pemerintahan tetap memerlukan perhatian pada kebijakan, pelaksanaan program, serta dampaknya bagi masyarakat. Dalam konteks dua tahun masa pemerintahan, apresiasi dan evaluasi dapat hadir bersamaan: pengakuan terhadap hal-hal yang dinilai baik tidak menutup ruang untuk menelaah pekerjaan yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, perhatian terhadap gestur Rocky juga perlu ditempatkan bersama pernyataannya mengenai pentingnya evaluasi, bukan dipahami sebagai satu-satunya pesan dari kehadirannya.

Rocky menyebut bahwa kehadirannya sebagai peserta sidang kabinet paripurna merupakan pengalaman pertama. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek yang lebih penting bukanlah statusnya sebagai peserta perdana, melainkan kebutuhan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah setelah dua tahun berjalan. Ia menyampaikan, “Bukan soal perdana, urgensinya karena dua tahun jadi harus dievaluasi,” sebuah penekanan bahwa momentum dua tahun menjadi alasan utama untuk meninjau pelaksanaan pemerintahan. Pernyataan tersebut mengarahkan perhatian dari kebaruan kehadirannya menuju substansi yang lebih luas: bagaimana pemerintah menjalankan tugas dan memenuhi targetnya. Dengan demikian, finger heart menjadi tanda apresiasi, sementara evaluasi tetap menjadi agenda penting dalam menilai perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun.Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pada Selasa, 20 Oktober 2026, mengenai perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam keterangannya, ia menyoroti capaian dan hasil nyata yang menjadi bagian dari pelaksanaan kerja pemerintah selama periode tersebut. Penjelasan itu memberi konteks bagi pembahasan program-program prioritas yang dijalankan, tanpa merinci angka maupun bentuk hasil tertentu. Teddy menyebut sejumlah bidang yang mendapat perhatian, yakni ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, investasi, dan hilirisasi industri. Daftar tersebut menunjukkan cakupan agenda yang dibicarakan dalam meninjau dua tahun pertama pemerintahan. Fokus keterangan berada pada kerja dan pengabdian, serta upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Bidang-bidang prioritas itu mencakup layanan dan kebutuhan dasar, sekaligus aktivitas ekonomi dan pengembangan industri. Ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta perumahan disebut bersama investasi dan hilirisasi industri sebagai bagian dari agenda pemerintahan. Penyebutan tersebut memberikan gambaran mengenai ruang lingkup program yang menjadi perhatian dalam dua tahun pertama, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan ukuran, capaian terperinci, ataupun dampak masing-masing program. Karena itu, keterangan Teddy dapat dipahami sebagai gambaran umum tentang bidang kerja yang ditonjolkan, bukan laporan dengan rincian angka. Paparan tersebut menghubungkan pembahasan capaian dengan berbagai sektor yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dan arah pembangunan nasional, tanpa menyampaikan klaim spesifik di luar keterangan yang tersedia.

Teddy menggambarkan dua tahun pertama itu sebagai bagian dari perjalanan kerja dan pengabdian untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri. Ia menyertakan ungkapan, “Sekilas cuplikan, 2 tahun pertama kerja nyata untuk negeri,” sebagai pengantar yang merangkum pesan tersebut. Frasa itu menempatkan periode dua tahun dalam rangkaian upaya yang lebih luas, bukan sebagai penutup perjalanan pemerintah. Dengan demikian, konteks yang disampaikan berpusat pada proses kerja, pengabdian, serta bidang-bidang prioritas yang telah disebutkan. Uraian ini tidak menambahkan pernyataan mengenai capaian tertentu, sehingga pembaca dapat membedakan gambaran umum dari Sekretaris Kabinet dan informasi terperinci yang tidak tercantum dalam keterangannya. Enam bidang itu menjadi konteks bagi peninjauan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Video yang menyertai keterangan Teddy memperlihatkan perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran sejak pembentukan Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024. Titik awal tersebut menandai dimulainya kerja kabinet dalam menjalankan agenda pemerintahan, dengan Prabowo Subianto sebagai presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden. Rangkaian dalam video menempatkan pembentukan kabinet sebagai bagian pembuka dari perjalanan pemerintahan yang berlangsung setelah pelantikan.

Dalam cuplikan yang ditampilkan, Prabowo menyampaikan pesan mengenai kesetiaan kepada bangsa dan negara. Ia menekankan bahwa komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan perlu diarahkan pada kepentingan nasional dan pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam konteks tanggung jawab para pejabat negara untuk menjalankan amanah serta mengelola sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Prabowo juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara baik. Menurut pesan yang disampaikan dalam cuplikan itu, kekayaan negara tidak hanya perlu dijaga, tetapi juga harus dikelola agar manfaatnya dapat dirasakan rakyat melalui pelayanan publik. Ia menyatakan, “Hanya apabila kita bisa menjaga dan mengelola dengan baik semua kekayaan kita, kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat kita.” Pernyataan tersebut menghubungkan pengelolaan aset dan sumber daya nasional dengan kemampuan pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penekanan pada kesetiaan pengelolaan kekayaan dan pelayanan rakyat menjadi bagian.

Baca juga: Prabowo Berikan Ucapan Selamat kepada PAN di Ulang Tahun ke-28 | Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni | dukungan pan terhadap kepemimpinan prabowo

banner 325x300