Tangerang | Kepolisian memastikan ledakan yang terjadi di area ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, bukan disebabkan bom. Pernyataan tersebut menepis dugaan awal bahwa peristiwa itu merupakan aksi pengeboman. Berdasarkan keterangan yang disampaikan aparat, ledakan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Dua orang meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Dampak ini menjadi bagian penting dari penanganan peristiwa, seiring petugas melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui penyebab ledakan secara lebih jelas. Polisi menyampaikan kepastian awal itu setelah rangkaian pemeriksaan tempat kejadian perkara dilakukan oleh tim gabungan lintas satuan.
Olah tempat kejadian perkara melibatkan tim penjinak bom, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, serta Polres Tangerang Selatan. Pemeriksaan bersama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan dan menelaah temuan di area ruko yang terdampak. Keterlibatan tim penjinak bom menjadi bagian dari pemeriksaan atas dugaan adanya bahan peledak, sedangkan Puslabfor dan penyidik turut mendukung proses analisis serta penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan awal itulah polisi menyatakan ledakan bukan berasal dari bom. Kesimpulan tersebut merupakan keterangan resmi kepolisian terkait dugaan penyebab, sementara penanganan dan pendalaman perkara tetap dilakukan oleh pihak berwenang.
Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan keterangan mengenai kepastian awal tersebut pada Rabu malam. Ia menyatakan bahwa ledakan di kawasan Pasar Cimanggis bukan disebabkan bom, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara oleh tim terkait. Pernyataan itu sekaligus memberikan kejelasan mengenai dugaan yang muncul setelah ledakan terjadi, tanpa mengubah fakta bahwa insiden tersebut membawa dampak serius bagi warga. Hingga keterangan itu disampaikan, jumlah korban yang tercatat adalah dua orang meninggal dunia dan 11 orang terluka. Polisi mendasarkan penjelasan awalnya pada pemeriksaan lapangan yang dilakukan bersama sejumlah unsur kepolisian dan laboratorium forensik. Informasi mengenai penyebab ledakan disampaikan secara hati-hati sebagai hasil awal pemeriksaan, sementara proses penyelidikan menjadi kewenangan aparat untuk menindaklanjuti temuan di lokasi.
Penyisiran petugas di bagian gudang Pasar Cimanggis yang mengalami kerusakan paling parah mengungkap sejumlah barang yang berkaitan dengan kegiatan penyimpanan dan penanganan buah. Di lokasi tersebut, petugas menemukan tabung gas etilen berukuran 52 kilogram serta banyak pisang yang masih mentah. Temuan ini menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tempat kejadian dan memastikan penyebab ledakan. Keberadaan tabung dan buah itu juga memberi konteks mengenai fungsi area yang terdampak, sebagaimana dijelaskan pihak kepolisian: lokasi tersebut merupakan gudang penyimpanan buah. Dengan demikian, pemeriksaan diarahkan pada keadaan gudang dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya, bukan pada dugaan bahwa tempat itu digunakan sebagai lokasi penyimpanan bom.
Gas etilen digunakan untuk membantu proses pemeraman atau pematangan buah sebelum didistribusikan ke pasar. Dalam penanganan pascapanen, buah yang belum matang dapat diproses terlebih dahulu agar mencapai tingkat kematangan yang sesuai untuk penjualan. Pisang mentah yang ditemukan di gudang selaras dengan kegiatan tersebut, sementara tabung etilen berukuran besar menunjukkan adanya bahan yang biasa dimanfaatkan dalam proses pemeraman. Namun, temuan itu perlu dipahami sesuai keterangan yang tersedia: etilen disebut berkaitan dengan pematangan buah, dan keberadaannya tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab ledakan. Penentuan penyebab tetap menjadi bagian dari pemeriksaan petugas, sedangkan fungsi gudang dijelaskan sebagai tempat menyimpan buah sebelum penyaluran.
Keterangan mengenai tabung etilen dan pisang mentah memperkuat gambaran bahwa bagian bangunan yang diperiksa merupakan area kerja sebuah gudang buah. Polisi memastikan ledakan di lokasi tersebut bukan akibat bom, serta menyebut tempat itu sebagai gudang penyimpanan buah. Pernyataan itu membedakan temuan di lapangan dari dugaan awal yang mungkin berkembang setelah terdengar kabar ledakan. Tabung gas yang ditemukan tidak boleh langsung disimpulkan sebagai bom; berdasarkan informasi yang disampaikan, gas etilen memiliki kegunaan dalam membantu pematangan buah. Sementara itu, tumpukan pisang mentah menunjukkan jenis komoditas yang berada di lokasi. Rangkaian fakta tersebut membantu publik memahami konteks pemeriksaan tanpa mencampuradukkan alat untuk pemeraman dengan bahan peledak, dan menegaskan bahwa lokasi berfungsi untuk menyimpan serta menyiapkan buah sebelum didistribusikan ke pasar.
Menurut keterangan saksi di sekitar lokasi, saat ledakan terjadi terdapat kegiatan pengemasan buah di gudang. Buah yang dikemas itu disebut akan dipasok ke sejumlah pasar. Informasi tersebut menggambarkan aktivitas yang berlangsung di area gudang ketika peristiwa terjadi, berdasarkan penuturan orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian.
Kegiatan pengemasan itu menjadi bagian dari keterangan mengenai fungsi gudang pada saat tersebut. Buah disiapkan untuk kebutuhan pasokan ke beberapa pasar, tetapi keterangan yang tersedia tidak merinci jenis buah, jumlah barang, maupun pasar tujuan. Karena itu, informasi tentang aktivitas tersebut sebaiknya dipahami sesuai batas yang disampaikan saksi, tanpa menambahkan rincian yang belum dipastikan.
Dampak ledakan terhadap bangunan di sekitar lokasi disebut cukup besar. Daya ledak dilaporkan merusak sekitar empat blok ruko bertingkat dua. Angka itu menunjukkan cakupan kerusakan yang disebut dalam keterangan sumber, yakni beberapa blok bangunan ruko, bukan hanya area gudang tempat pengemasan buah berlangsung. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai bagian-bagian bangunan yang rusak atau tingkat kerusakan pada setiap ruko.
Keterangan tentang kegiatan pengemasan dan dampak terhadap ruko tersebut merupakan dua hal yang disampaikan mengenai peristiwa di gudang buah Pasar Cimanggis. Saksi menyebut aktivitas pengemasan untuk pasokan pasar sedang berlangsung ketika ledakan terjadi, sementara dampaknya dilaporkan menjangkau sekitar empat blok ruko bertingkat dua. Informasi yang tersedia tidak memastikan rincian lain mengenai urutan kejadian, kondisi bangunan, ataupun penyebab teknis ledakan. Oleh sebab itu, uraian mengenai aktivitas dan kerusakan dibatasi pada keterangan tersebut, tanpa menarik dugaan tambahan di luar informasi yang telah disampaikan.
Polisi telah mengamankan lima orang saksi untuk dimintai keterangan terkait ledakan di gudang buah Pasar Cimanggis. Kelima saksi tersebut dibawa ke Polres Tangerang Selatan guna menjalani pemeriksaan dan memberikan informasi mengenai peristiwa yang terjadi. Keterangan mereka diharapkan membantu penyidik menyusun rangkaian kejadian, termasuk mengetahui situasi sebelum dan sesudah ledakan. Pemeriksaan saksi menjadi salah satu bagian dari penyelidikan, selain pengumpulan bukti dan pemeriksaan kondisi lokasi. Hingga saat ini, proses tersebut masih berlangsung dan polisi terus mendalami informasi yang tersedia. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang kejadian, sekaligus memastikan setiap keterangan yang diberikan dapat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan di lapangan.
Di sisi lain, olah tempat kejadian perkara (TKP) belum dapat dilanjutkan pada malam hari. Kondisi lokasi dinilai kurang memungkinkan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan secara optimal dan aman. Karena itu, kegiatan olah TKP dihentikan sementara dan akan diteruskan setelah situasi dinilai lebih mendukung. Pemeriksaan lanjutan akan melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bersama Polres Tangerang Selatan. Tim gabungan tersebut akan meneliti lokasi serta mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk mendukung penyelidikan. Hasil pemeriksaan forensik dan keterangan saksi diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab serta kronologi peristiwa secara lebih jelas. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai temuan lanjutan, sehingga penyelidikan tetap berfokus pada pengumpulan dan pencocokan bukti.
Adapun jumlah korban dalam peristiwa tersebut tercatat sebanyak 13 orang. Rinciannya, dua orang meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.













