banner 728x250

Gerai Cerdas PEKA Hadir di Unair untuk Perkuat Literasi Keuangan Digital

Gerai Cerdas PEKA Hadir di Unair untuk Perkuat Literasi Keuangan Digital
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung kehadiran Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga, Surabaya, melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda yang semakin akrab dengan layanan digital. Dukungan tersebut menempatkan kampus sebagai ruang strategis untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta membangun kebiasaan bertransaksi secara lebih aman dan bijak.

Gerai Cerdas PEKA merupakan singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia—Peduli, Kenali, Adukan. Kehadirannya diarahkan untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pelindungan konsumen. Melalui edukasi dan ruang diskusi, mahasiswa dapat mengenali hak serta tanggung jawab sebagai pengguna produk dan layanan keuangan, memahami risiko yang mungkin muncul, dan mengetahui langkah yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan.

banner 325x300

Penguatan pemahaman ini penting seiring berkembangnya pembayaran elektronik, perbankan digital, dan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi. Kemudahan tersebut dapat mendukung aktivitas sehari-hari, tetapi pengguna tetap perlu mencermati informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan memastikan layanan yang digunakan sesuai kebutuhan. Gerai ini mendorong generasi muda untuk tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menilai manfaat dan risikonya sebelum mengambil keputusan keuangan.

Melalui dukungan BRI Peduli, inisiatif di lingkungan Universitas Airlangga diharapkan membantu membentuk konsumen yang cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital. Sikap cakap mencakup kemampuan memahami cara kerja layanan; sikap kritis berarti memeriksa informasi dan mengenali potensi risiko; sedangkan tanggung jawab tercermin dalam keputusan yang aman serta sesuai kemampuan. Dengan begitu, edukasi dan pelindungan konsumen dapat berjalan beriringan, sekaligus mendorong ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif dan terpercaya bagi masyarakat.

Gerai Cerdas PEKA diresmikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, pada Jumat (2/10). Peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya kehadiran ruang edukasi yang ditujukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai keuangan dan pelindungan konsumen. Lokasinya di lingkungan kampus diharapkan memudahkan kegiatan edukasi menjangkau sivitas akademika sekaligus membuka ruang interaksi dengan masyarakat yang membutuhkan informasi keuangan yang lebih mudah dipahami.

Sejumlah perwakilan dari lembaga penggagas dan mitra hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga Ardianto. Kehadiran perwakilan Bank Indonesia, BRI, dan Universitas Airlangga menunjukkan keterlibatan lintas lembaga dalam mendukung upaya edukasi keuangan. Kolaborasi seperti ini memungkinkan pesan mengenai penggunaan layanan keuangan yang bijak serta pemahaman atas hak konsumen disampaikan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan komunitas.

Gerai Cerdas PEKA merupakan inisiatif Bank Indonesia dalam Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (Geber PK). Program ini dikembangkan bersama Universitas Airlangga dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dengan dukungan BRI. Kerja sama tersebut menyatukan peran otoritas, perguruan tinggi, asosiasi perbankan, dan pelaku industri untuk memperluas akses terhadap informasi yang relevan. Melalui gerai ini, edukasi diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi turut mendorong masyarakat mengenali layanan keuangan, memahami risiko, dan mengambil keputusan secara lebih cermat. Peresmian di kampus juga memberikan landasan bagi kegiatan literasi yang dapat melibatkan mahasiswa dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, Gerai Cerdas PEKA menjadi salah satu sarana kolaboratif untuk memperkuat literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin banyak berinteraksi dengan layanan keuangan berbasis teknologi.

Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga dirancang sebagai ruang belajar yang terbuka bagi sivitas akademika untuk memahami perkembangan layanan keuangan digital. Gerai ini bukan sekadar tempat memperoleh informasi, tetapi juga wadah untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai pilihan produk, penggunaan layanan, serta persoalan yang mungkin muncul dalam transaksi sehari-hari. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, dan organisasi kemahasiswaan dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.

Materi edukasi mencakup beragam produk dan layanan keuangan, termasuk layanan berbasis aplikasi yang semakin mudah diakses. Pengguna diajak memahami manfaat, biaya, ketentuan, serta risiko sebelum menggunakan suatu layanan. Pembahasan juga mencakup keamanan data pribadi dan transaksi, seperti pentingnya menjaga kerahasiaan kata sandi, PIN, dan kode verifikasi. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun, penipuan, maupun akses tanpa izin.

Literasi keuangan digital turut mencakup pemahaman atas hak dan kewajiban konsumen. Pengguna perlu mengetahui informasi yang berhak diterima, ketentuan yang disetujui, serta tanggung jawab dalam menjaga keamanan akun dan memenuhi kewajiban pembayaran. Dengan pemahaman ini, keputusan menggunakan layanan dapat dibuat secara lebih sadar, bukan hanya karena promosi, kemudahan, atau ajakan dari pihak lain.

Pendekatan Peduli, Kenali, Adukan menjadi panduan praktis yang diperkenalkan melalui gerai. Peduli berarti menjaga data pribadi dan bersikap hati-hati saat membagikan informasi. Kenali mengajak pengguna memeriksa karakteristik layanan, legalitas penyedia, biaya, serta potensi risikonya sebelum bertransaksi. Adukan menekankan pentingnya mengetahui saluran pengaduan yang tersedia apabila terjadi kesalahan transaksi, dugaan penipuan, atau layanan yang tidak sesuai. Konsumen dapat mencari informasi resmi dan menyimpan bukti komunikasi maupun transaksi untuk membantu penanganan masalah.

Melalui ruang belajar dan konsultasi ini, mahasiswa diharapkan semakin cermat menimbang kebutuhan, kemampuan, dan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat dibagikan kepada teman, keluarga, dan organisasi di lingkungan kampus. Dengan demikian, mahasiswa berpeluang menjadi agen literasi yang mendorong kebiasaan bertransaksi secara aman, bertanggung jawab, dan kritis di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menegaskan bahwa Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga bukan sekadar fasilitas baru. Gerai ini dirancang sebagai ruang belajar dan diskusi yang membantu mahasiswa memahami perubahan dalam ekosistem keuangan serta transaksi digital. Di tengah semakin luasnya layanan keuangan berbasis teknologi, generasi muda perlu memiliki pengetahuan untuk mengambil keputusan secara cermat, mengenali risiko, dan melindungi diri sebagai pengguna. Dengan demikian, keberadaan gerai di lingkungan kampus dapat mendekatkan edukasi keuangan kepada mahasiswa melalui pengalaman yang relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari.

Kolaborasi regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Setiap pihak dapat berkontribusi melalui pemahaman regulasi, penyediaan layanan dan wawasan industri, dukungan jejaring, serta pembelajaran di lingkungan akademik. Kerja sama lintas sektor ini bertujuan membangun generasi yang cakap secara digital dan finansial, kritis dalam menilai informasi maupun tawaran transaksi, aman ketika menggunakan layanan, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Pendekatan bersama juga membantu memastikan literasi tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi mencakup pemahaman hak, kewajiban, risiko, dan pilihan yang tersedia.

Program ini turut mendukung Asta Cita ke-3 melalui penguatan inklusi keuangan, pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, dan dorongan terhadap kewirausahaan mahasiswa. Akses dan pemahaman yang lebih baik dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk menggunakan layanan keuangan secara tepat sekaligus mengembangkan gagasan usaha. Kontribusinya terhadap Asta Cita ke-6 terlihat pada peningkatan kapasitas digital dan finansial, bekal yang semakin penting bagi generasi muda dalam belajar, bekerja, dan berpartisipasi dalam ekonomi. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pelindungan konsumen, serta kemitraan dan kolaborasi lintas sektor.

Baca juga: Perkuat Keamanan Siber, MDI Ventures Terima Penghargaan Bergengsi | TNI Perkuat Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan Karhutla di Sambas | Perkuat Ekonomi Desa, PT Agrinas Pangan Nusantara Gelar Training of Trainers KDKMP se-Blitar Raya

banner 325x300