banner 728x250

Naturalisasi Taisei Marukawa Mendekati Tahap Akhir, Peluang ke Timnas Masih Terbuka

Naturalisasi Taisei Marukawa Mendekati Tahap Akhir, Peluang ke Timnas Masih Terbuka
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Perkembangan terbaru proses naturalisasi Taisei Marukawa menunjukkan bahwa langkah winger Dewa United tersebut disebut telah mendekati tahap akhir. Ia dikabarkan telah menjalani seluruh proses yang diperlukan sejauh ini, tetapi belum langsung memperoleh status warga negara Indonesia. Masih ada dua tahapan yang perlu dituntaskan sebelum permohonan tersebut dapat mencapai keputusan akhir. Informasi mengenai perkembangan itu disampaikan oleh staf khusus Menteri Hukum, M. Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya.

Korompot menyebut Marukawa telah melewati rangkaian proses yang diperlukan dalam pengajuan naturalisasi. Meski demikian, ia belum merinci apa saja dua tahapan yang masih harus dilalui pemain asal Jepang itu. Karena belum ada penjelasan lebih jauh mengenai bentuk maupun jadwal tahapan tersebut, perkembangan berikutnya masih perlu menunggu keterangan resmi dari pihak terkait. Dengan demikian, kabar bahwa prosesnya hampir selesai belum dapat dimaknai sebagai kepastian bahwa Marukawa segera resmi menjadi warga negara Indonesia.

banner 325x300

Situasi ini membuat peluang Marukawa untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia tetap terbuka, sekaligus menempatkan proses administrasi sebagai hal yang masih menentukan. Sampai dua tahap tersisa itu dijelaskan dan diselesaikan, status akhirnya belum dapat dipastikan. Publik juga belum memperoleh informasi mengenai rincian prosedur lanjutan, sehingga penting membedakan kabar bahwa proses telah berjalan jauh dari pengumuman resmi tentang hasilnya. Pernyataan Korompot menjadi petunjuk bahwa permohonan tersebut terus bergerak, namun belum menyediakan detail yang cukup untuk memastikan kapan seluruh proses akan berakhir.

Bagi Dewa United, perkembangan ini tentu menjadi perhatian karena Marukawa merupakan bagian dari skuad klub. Namun, status kewarganegaraan dan kemungkinan membela tim nasional merupakan persoalan yang berbeda dan bergantung pada ketentuan serta proses yang berlaku. Untuk saat ini, informasi yang tersedia hanya menyatakan bahwa ia telah melewati tahapan yang diperlukan dan masih menunggu dua proses lanjutan. Rincian tersebut belum dipaparkan oleh Korompot. Karena itu, kabar selanjutnya—termasuk penjelasan mengenai tahapan tersisa dan keputusan akhir—masih ditunggu. Hingga ada informasi resmi tambahan, peluang menuju status WNI tetap terbuka, tetapi belum bisa dianggap telah dipastikan.

Korompot menilai peluang Taisei Marukawa untuk masuk skuad timnas Indonesia pada Piala Asia Januari 2027 masih terbuka. Namun, kesempatan tersebut belum dapat dipandang sebagai kepastian. Ada satu prasyarat utama yang perlu dipenuhi lebih dahulu, yakni proses naturalisasi Taisei harus dapat diselesaikan. Penilaian itu menggambarkan kemungkinan yang masih tersedia, bukan jaminan bahwa pemain tersebut akan memperoleh panggilan dari tim nasional.

Dengan demikian, perkembangan administrasi menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Taisei nantinya memenuhi syarat untuk dipertimbangkan. Selama prosesnya belum tuntas, belum ada dasar untuk memastikan bahwa ia akan tersedia bagi skuad Garuda pada turnamen tersebut. Pernyataan Korompot menempatkan penyelesaian naturalisasi sebagai syarat yang membuka jalan, sementara keputusan mengenai pemanggilan pemain tetap berada pada tahap berikutnya dan tidak otomatis mengikuti keberhasilan proses itu.

Jika naturalisasi dapat diselesaikan, peluang untuk membela Indonesia pada Piala Asia Januari 2027 tetap mungkin terbuka. Meski begitu, kemungkinan tersebut perlu dibedakan dari kepastian masuk daftar pemain maupun kesempatan tampil di lapangan. Status kewarganegaraan saja tidak serta-merta memastikan tempat di skuad, karena pemilihan pemain masih menjadi pertimbangan tersendiri. Karena itu, perkembangan Taisei layak dipantau tanpa mendahului keputusan resmi. Sampai ada informasi lebih lanjut, harapan untuk melihatnya memperkuat timnas tetap bersifat kondisional: proses harus selesai dan peluangnya kemudian dapat dipertimbangkan oleh tim. Korompot tidak menyatakan bahwa Taisei pasti dipanggil atau akan bermain. Ia hanya membuka kemungkinan tersebut jika persyaratan utama terpenuhi. Bagi publik, hal ini berarti pembicaraan soal keikutsertaan Taisei masih bergantung pada perkembangan proses naturalisasi, bukan sebuah kepastian mengenai komposisi tim Indonesia di turnamen mendatang.

Perjalanan Taisei Marukawa di sepak bola Indonesia dimulai pada 2021, ketika ia bergabung dengan Persebaya Surabaya. Sejak kedatangannya, pemain asal Jepang tersebut menjalani karier di kompetisi Indonesia dan membangun pengalaman di beberapa klub. Perjalanan itu berlangsung selama kurang lebih lima tahun, sebelum proses pengajuan naturalisasinya mendekati tahap akhir. Dalam periode tersebut, Taisei berpindah klub, tetapi tetap melanjutkan kiprahnya di sepak bola nasional.

Taisei lahir di Hiroshima, Jepang, pada 30 Januari 1997. Ia memulai kiprahnya di Indonesia bersama Persebaya pada 2021. Setelah itu, ia melanjutkan karier dengan memperkuat PSIS Semarang selama dua musim. Pada 2024, Taisei kemudian bergabung dengan Dewa United. Urutan perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengalamannya di Indonesia terbentuk melalui masa bermain di tiga klub, dengan Persebaya sebagai titik awal dan Dewa United sebagai klub yang dibelanya sejak 2024.

Pengajuan naturalisasi Taisei dilakukan melalui jalur mandiri setelah ia berkarier di Indonesia selama sekitar lima tahun. Jalur tersebut menempatkan proses pengajuan sebagai langkah yang ia tempuh sendiri, bukan sebagai bagian dari proses yang diajukan klub tertentu. Perkembangan ini membuat perjalanan kariernya di Indonesia kini beriringan dengan proses administratif yang dapat membuka kemungkinan baru pada masa mendatang. Namun, pengajuan naturalisasi dan peluang untuk membela tim nasional merupakan hal yang berbeda. Status proses naturalisasi yang mendekati tahap akhir belum dengan sendirinya memastikan bahwa Taisei akan mendapat kesempatan bermain untuk tim nasional.

Riwayat klub Taisei—Persebaya Surabaya pada 2021, PSIS Semarang selama dua musim, lalu Dewa United sejak 2024—menjadi konteks penting untuk memahami lamanya ia berkarier di Indonesia. Pengalaman tersebut juga menjelaskan dasar waktu yang melatarbelakangi pengajuan naturalisasi melalui jalur mandiri. Selama prosesnya belum sepenuhnya selesai dan belum ada keputusan terkait kemungkinan membela tim nasional, peluang itu tetap terbuka, tetapi belum dapat dipastikan. Dengan demikian, perkembangan administrasi dan perjalanan klubnya perlu dipahami secara terpisah, tanpa menyimpulkan hasil yang belum diumumkan.

Taisei Marukawa sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh dokumen yang diperlukan untuk mengajukan naturalisasi telah diserahkan kepada pihak terkait. Dengan demikian, ia kini masih menunggu proses pemeriksaan dan persetujuan dari otoritas yang berwenang. Keterangan tersebut dipublikasikan i.League pada 7 Oktober 2026, dan memberikan gambaran bahwa tahapan pengajuan telah berjalan, meskipun belum ada kepastian mengenai keputusan akhir maupun waktu penyelesaiannya. Penyerahan berkas tidak dengan sendirinya berarti permohonan telah disetujui, sebab proses tetap bergantung pada penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam keterangannya, Taisei juga menjelaskan alasan yang lebih luas di balik keinginannya memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Keputusan itu, menurut dirinya, bukan semata-mata didorong oleh kepentingan untuk melanjutkan atau mengembangkan karier sepak bola. Ia merasa nyaman menjalani kehidupan di Indonesia dan memiliki impian untuk suatu saat mengenakan seragam tim nasional Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ikatan personal dengan negara tempat ia tinggal, di samping harapan profesional yang mungkin menyertai proses naturalisasi. Namun, impian membela timnas tetap bergantung pada selesainya proses kewarganegaraan serta pemenuhan persyaratan lain yang ditetapkan oleh aturan dan otoritas sepak bola.

Untuk konteks hukum, permohonan naturalisasi mandiri mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Salah satu ketentuan yang relevan berkaitan dengan masa tinggal pemohon di Indonesia, yakni minimal lima tahun secara berturut-turut atau sepuluh tahun secara tidak berturut-turut. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi, bukan satu-satunya dasar penilaian.

Baca juga: Peluang Karir di Jakarta: Job Fair 2026 Siap Dibuka | Tantangan dan Peluang AI untuk UMKM di Indonesia | Jeli Melihat Peluang Cuan, Nasabah PNM Mekaar Ubah Sampah Pasar Jadi Bisnis Beromzet Jutaan

banner 325x300