banner 728x250

PSIM Yogyakarta Kembali Tumbang, PSM Makassar Bawa Pulang Kemenangan

PSIM Yogyakarta Kembali Tumbang, PSM Makassar Bawa Pulang Kemenangan
banner 120x600
banner 468x60

Yogyakarta | PSIM Yogyakarta kembali gagal mengamankan hasil positif setelah kalah 1–2 dari PSM Makassar pada pekan kelima Super League 2026–2027. Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat sore, 16 Oktober, itu berakhir dengan kemenangan bagi tim tamu. Hasil tersebut memperpanjang masa sulit Laskar Mataram pada awal kompetisi musim ini sekaligus membuat mereka belum mampu meraih kemenangan perdana.

Kekalahan dari PSM menjadi kekalahan keempat PSIM secara beruntun. Rentetan hasil itu menunjukkan bahwa tim asal Yogyakarta tersebut masih perlu menemukan konsistensi untuk bersaing di liga. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, PSIM tidak berhasil mengubah kesempatan tampil di kandang menjadi tambahan poin. Selisih satu gol menggambarkan pertandingan yang tetap berlangsung ketat, tetapi hasil akhir lebih berpihak kepada tim Makassar.

banner 325x300

Bagi PSM, kemenangan tandang ini menjadi hasil penting dalam perjalanan mereka di pekan kelima. Membawa pulang tiga poin dari Bantul memberi tim asuhan mereka dorongan untuk melanjutkan persaingan di Super League. Sementara itu, PSIM harus segera mengevaluasi sejumlah aspek permainan agar rentetan kekalahan tidak semakin membebani perjalanan musim. Perbaikan dapat mencakup koordinasi antarlini, efektivitas saat memanfaatkan peluang, serta ketahanan menjaga keunggulan atau mengejar ketertinggalan selama pertandingan.

Dengan kompetisi yang masih berjalan, posisi PSIM belum ditentukan oleh satu hasil saja. Namun, empat kekalahan beruntun menjadi sinyal bahwa respons cepat diperlukan, baik dari sisi persiapan maupun penerapan strategi di lapangan. Laga berikutnya akan menjadi kesempatan bagi PSIM untuk menghentikan tren negatif dan membangun kembali kepercayaan diri. Di sisi lain, PSM dapat menjadikan kemenangan 2–1 ini sebagai modal untuk menjaga momentum setelah berhasil menaklukkan lawan di kandangnya sendiri.

PSM Makassar membuka keunggulan atas PSIM Yogyakarta melalui gol Achmat Fahrul Aditia pada menit ke-51. Gol tersebut menjadi pembeda pada papan skor setelah kedua tim menjalani babak pertama tanpa gol yang tercatat dalam informasi pertandingan ini. PSM pun lebih dahulu memimpin pada awal babak kedua, dengan skor berubah menjadi 1–0. Catatan menit dan pencetak gol itu menunjukkan bahwa keunggulan tim tamu tercipta melalui kontribusi Aditia. Tidak ada rincian mengenai proses serangan, jenis penyelesaian, ataupun situasi yang mendahului gol tersebut, sehingga uraian ini terbatas pada informasi yang tersedia. Bagi PSM, gol pertama itu menjadi awal dari jarak skor yang kemudian bertambah sebelum PSIM membalas.

Keunggulan PSM bertambah pada menit ke-66. Stefan Jevtoski mencetak gol kedua bagi tim Makassar tersebut, membuat skor menjadi 2–0. Dengan gol itu, PSM mencatat dua pencetak berbeda dalam rentang waktu 15 menit pada babak kedua. Jevtoski menjadi pemain yang menggandakan keunggulan, sementara Aditia tetap tercatat sebagai pencetak gol pembuka. Informasi yang tersedia tidak memuat detail tentang bagaimana gol kedua tercipta, sehingga tidak tepat untuk menambahkan gambaran mengenai umpan, pergerakan pemain, atau bentuk serangan. Hal yang dapat dipastikan ialah gol Jevtoski memperlebar selisih skor dan membawa PSM memimpin dengan keunggulan dua gol.

Skor 2–0 tersebut menjadi keadaan pertandingan sebelum PSIM Yogyakarta mencetak gol balasan. Dengan demikian, dua gol PSM lebih dahulu menempatkan tim tamu dalam posisi unggul, masing-masing melalui Aditia pada menit ke-51 dan Jevtoski pada menit ke-66. Urutan ini penting untuk memahami jalannya pencatatan gol: PSM membangun keunggulan satu gol, lalu menambahnya menjadi dua, sebelum tuan rumah merespons. Gol balasan PSIM terjadi setelah skor sempat menunjukkan keunggulan dua gol bagi PSM, tetapi informasi yang tersedia di sini tidak mencantumkan menit maupun pencetak gol PSIM. Karena itu, uraian mengenai bagian tersebut tidak diperluas. Rangkaian yang tercatat menegaskan bahwa kontribusi Aditia dan Jevtoski menjadi dasar keunggulan PSM 2–0 sebelum PSIM memperkecil ketertinggalan.

PSIM Yogyakarta baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-82 melalui eksekusi penalti Ze Valente. Gol tersebut menjadi respons tim tuan rumah setelah PSM Makassar lebih dahulu membangun keunggulan dalam pertandingan. Meski demikian, gol dari titik putih itu hanya mengubah selisih skor dan belum cukup untuk menghindarkan PSIM dari kekalahan. PSM tetap membawa pulang kemenangan dari Yogyakarta.

Keberhasilan Ze Valente menuntaskan penalti memberi PSIM tambahan gol pada fase akhir laga. Sebagai gelandang, ia menjadi pemain yang mencatatkan gol tersebut, dengan kesempatan datang melalui hadiah tendangan penalti. Informasi pertandingan yang tersedia tidak menjelaskan secara terperinci rangkaian kejadian yang berujung pada penalti, sehingga tidak dapat dipastikan bagaimana peluang itu tercipta. Yang tercatat, Valente mengambil eksekusi dan memperkecil jarak skor pada menit ke-82.

PSIM juga memiliki keuntungan jumlah pemain pada bagian akhir babak kedua. Namun, tidak tersedia keterangan mengenai kapan situasi tersebut mulai terjadi ataupun bagaimana keunggulan jumlah pemain itu memengaruhi jalannya pertandingan. Karena itu, situasi tersebut tidak dapat dihubungkan dengan peristiwa tertentu atau dianggap sebagai penyebab perubahan skor. Catatan yang dapat dipastikan hanya bahwa PSIM berada dalam kondisi unggul jumlah pemain pada fase akhir, sementara penalti Valente menjadi gol yang memperkecil ketertinggalan.

Gol pada menit ke-82 tentu membuat selisih skor menjadi lebih dekat dibandingkan sebelumnya, tetapi catatan hasil menunjukkan PSM tetap mengakhiri pertandingan sebagai pemenang. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai peluang PSIM setelah penalti, sisa waktu efektif, atau respons kedua tim pada menit-menit penutup. Dengan demikian, momen eksekusi Valente dapat dicatat sebagai upaya PSIM untuk mengejar, tanpa menambahkan klaim tentang perubahan momentum maupun dampaknya terhadap hasil akhir.

Bagi PSIM, gol tersebut menjadi satu-satunya peristiwa yang disebut sebagai pemangkas jarak pada penghujung laga. Bagi PSM, kemenangan tetap bertahan meski tuan rumah mencetak gol lewat titik penalti. Rincian ini menegaskan bahwa penalti Ze Valente menghadirkan gol balasan, tetapi tidak mengubah hasil pertandingan: PSIM kembali tumbang, sedangkan PSM Makassar pulang dengan kemenangan.

Lima pertandingan pertama musim ini belum menghasilkan catatan yang menggembirakan bagi PSIM Yogyakarta. Dari seluruh laga tersebut, Laskar Mataram hanya mampu meraih satu kali hasil imbang, sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Rangkaian hasil itu membuat PSIM mengumpulkan satu poin dari maksimal 15 poin yang tersedia. Angka tersebut menjadi gambaran awal perjalanan tim dalam kompetisi, sekaligus menunjukkan bahwa kemenangan masih belum masuk ke dalam catatan mereka pada lima pekan pembuka.

Kekalahan terbaru datang saat PSIM menghadapi PSM Makassar. Dalam pertandingan itu, tim tamu berhasil membawa pulang kemenangan, sedangkan PSIM kembali gagal menambah poin. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif yang sedang dijalani tim asuhan Jean Paul van Gastel. Sebelumnya, PSIM juga telah menelan kekalahan dalam beberapa pertandingan awal, sehingga hasil melawan PSM menambah daftar kekalahan mereka menjadi empat dalam lima laga.

Satu hasil imbang menjadi satu-satunya pertandingan ketika PSIM tidak pulang tanpa poin. Namun, hasil itu belum cukup mengubah catatan keseluruhan yang didominasi kekalahan. Dengan hanya satu poin, posisi dan tantangan PSIM pada awal musim masih menjadi perhatian dalam perjalanan kompetisi berikutnya. Setiap pertandingan mendatang akan menjadi kesempatan bagi tim untuk memperbaiki perolehan angka, meski hasil yang sudah tercatat sejauh ini tetap menjadi bagian dari evaluasi perjalanan mereka.

Bagi Jean Paul van Gastel dan skuadnya catatan lima pertandingan tersebut menegaskan bahwa PSIM perlu mencari hasil yang lebih.

Baca juga: Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Normal di Makassar | Strategi PSIM Yogyakarta Jelang Pertandingan Melawan Madura United | Bandara di Jadetabek dan Bandung Kembali Beroperasi Usai Ditutup karena Abu Vulkanik

banner 325x300