Jakarta | Raline Shah resmi mengundurkan diri dari posisi staf khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) bidang kemitraan global dan edukasi digital. Pengunduran diri tersebut berlaku efektif pada Selasa, 13 Oktober 2026, sehingga tugas Raline dalam posisi itu berakhir pada tanggal yang sama.
Raline mulai memegang jabatan sebagai staf khusus Menkomdigi pada Januari 2025. Sejak saat itu, ia tercatat menjalankan peran yang berkaitan dengan kemitraan global dan edukasi digital di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Jabatan tersebut menjadi posisi yang diembannya hingga pengunduran diri dinyatakan berlaku.
Dengan berlakunya pengunduran diri pada 13 Oktober 2026, Raline tidak lagi menjalankan tugas sebagai staf khusus Menkomdigi bidang kemitraan global dan edukasi digital. Perubahan status ini menandai berakhirnya masa tugas Raline di kementerian setelah menjabat sejak Januari 2025.
Informasi mengenai pengunduran diri ini menempatkan tanggal efektif sebagai penanda utama berakhirnya tugas Raline Shah. Posisi yang sebelumnya diemban selama periode sejak Januari 2025 hingga 13 Oktober 2026 tersebut berkaitan dengan dua bidang, yaitu kemitraan global dan edukasi digital.
Raline Shah dengan demikian mengakhiri perannya sebagai staf khusus Menteri Komunikasi dan Digital pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pengunduran diri yang berlaku efektif pada tanggal tersebut menjadi dasar berakhirnya penugasan Raline di Kementerian Komunikasi dan Digital, setelah ia mulai menduduki posisi itu pada Januari 2025.
Selama menjalankan amanah sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Raline Shah berperan dalam mendukung agenda kementerian yang berkaitan dengan penguatan ekosistem digital Indonesia. Perannya tidak hanya berfokus pada komunikasi publik, tetapi juga mencakup upaya memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun global. Hubungan kerja sama tersebut penting untuk membuka pertukaran pengetahuan, memperkenalkan potensi Indonesia, serta mendorong kolaborasi dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Dalam bidang edukasi dan literasi digital, Raline turut menguatkan pesan bahwa transformasi digital harus disertai kemampuan masyarakat untuk menggunakan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Literasi digital mencakup pemahaman mengenai verifikasi informasi, etika berkomunikasi, perlindungan data pribadi, serta kesadaran terhadap berbagai bentuk penipuan dan ancaman siber. Pendekatan ini menjadi penting karena akses internet yang semakin luas perlu diimbangi dengan kecakapan pengguna, termasuk di kalangan keluarga, pendidik, komunitas, dan generasi muda.
Raline juga terlibat dalam inisiatif yang menyoroti keamanan digital dan perlindungan anak di ruang siber. Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap konten berbahaya, perundungan siber, eksploitasi, dan risiko penyalahgunaan data. Karena itu, perlindungan tidak cukup dilakukan melalui pengawasan individu, melainkan memerlukan keterlibatan pemerintah, platform digital, orang tua, sekolah, serta masyarakat.
Kontribusi tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak, yang dikenal sebagai PP Tunas. Regulasi ini menekankan pentingnya penyelenggara sistem elektronik menyediakan lingkungan digital yang lebih aman dan sesuai bagi anak. Dalam konteks tersebut, penguatan kemitraan, edukasi publik, dan kampanye kesadaran menjadi bagian penting untuk memastikan aturan dapat dipahami serta diterapkan secara efektif. Masa pengabdian Raline di Komdigi menunjukkan bahwa perlindungan anak di internet membutuhkan pendekatan kolaboratif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
Raline Shah menjelaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri tugas sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital per 13 Oktober 2026 diambil setelah mempertimbangkan berbagai komitmen personal dan profesional yang terus berkembang. Perubahan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi, bersamaan dengan agenda kerja yang semakin beragam, membuatnya perlu menata kembali prioritas untuk tahap berikutnya. Keputusan tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan karier Raline di industri hiburan, bidang yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya.
Menurut Raline, pilihan untuk mundur bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Ia menilai bahwa setiap peran memiliki waktu, tanggung jawab, dan fokus yang perlu dijalankan dengan penuh komitmen. Dengan mempertimbangkan perkembangan rencana ke depan, ia memilih mengakhiri masa pengabdian secara baik serta memastikan langkah tersebut tetap menghormati amanah yang telah diberikan kepadanya. Kelanjutan aktivitas di dunia hiburan menjadi salah satu pertimbangan utama, termasuk kemungkinan untuk kembali memberikan perhatian lebih besar pada proyek-proyek profesional yang sedang dan akan dijalani.
Raline menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid atas kepercayaan serta kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengabdi di ranah pelayanan publik. “Saya sangat bersyukur atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan. Pengalaman ini memiliki arti penting dalam perjalanan saya, karena membuka ruang untuk belajar, berkontribusi, dan memahami lebih dekat tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Dengan penuh rasa terima kasih, saya memutuskan untuk melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan profesional saya,” ujar Raline. Ia berharap pengalaman selama menjalankan tugas tersebut dapat terus menjadi bekal berharga dalam setiap langkah dan kontribusinya di masa mendatang.
Setelah mengakhiri tugasnya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital pada 13 Oktober 2026, Raline Shah menyatakan bahwa berakhirnya masa penugasan tersebut tidak mengurangi komitmennya terhadap agenda transformasi digital Indonesia. Ia tetap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pemerintah dalam memperluas pemanfaatan teknologi, memperkuat ekosistem digital, serta menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Raline juga menegaskan kesiapannya untuk membantu proses transisi tanggung jawab secara tertib. Dukungan itu diperlukan agar program kerja yang sedang berjalan dapat terus dilaksanakan tanpa hambatan, sekaligus memastikan koordinasi antarpihak tetap terjaga. Sikap tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya terhadap sektor digital tidak semata-mata bergantung pada jabatan formal, melainkan juga pada kepedulian terhadap keberlanjutan kebijakan dan program yang telah dirintis bersama.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan apresiasi atas dedikasi Raline selama menjalankan amanah sebagai staf khusus. Menurutnya, kontribusi Raline telah menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan agenda kementerian, terutama dalam membangun komunikasi dan memperkuat perhatian publik terhadap isu transformasi digital. Meutya juga menghormati keputusan Raline untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya di luar posisi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Meutya menyampaikan terima kasih atas dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia. Ia menilai hubungan kerja yang telah terbangun dapat menjadi modal penting bagi kelanjutan berbagai inisiatif, meskipun Raline tidak lagi berada dalam struktur kementerian. Proses serah terima dan penyesuaian tanggung jawab akan dilakukan dengan mengedepankan kesinambungan program, kejelasan koordinasi, serta kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama.
Dengan sikap terbuka dari kedua pihak, berakhirnya penugasan Raline dipandang sebagai bagian dari dinamika profesional, bukan penghentian dukungan terhadap pengembangan sektor digital. Komitmen untuk menjaga keberlanjutan agenda tersebut diharapkan dapat membantu kementerian mempertahankan momentum kerja sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pada tahap berikutnya.







