banner 728x250

Empat Climber Indonesia Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Lead Asian Games 2026

Empat Climber Indonesia Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Lead Asian Games 2026
banner 120x600
banner 468x60

KOTA BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Tim panjat tebing Indonesia dari nomor lead putra dan putri belum berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pertandingan yang berlangsung di arena Kinjofuto, Nagoya, pada Sabtu tersebut menjadi panggung bagi empat atlet Indonesia untuk berjuang hingga partai puncak. Namun, rangkaian penampilan mereka belum berujung pada podium.

Empat wakil Indonesia yang tampil dalam nomor lead itu adalah Sukma Lintang Cahyani, Alma Ariella Tsany, Raviandi Ramadhan, dan Putra Tri Ramadani. Mereka telah melewati tahapan pertandingan hingga mencapai babak final, sekaligus menjaga asa Indonesia untuk menambah perolehan medali dari cabang panjat tebing. Kehadiran keempatnya di partai puncak menunjukkan perjuangan tim Merah Putih dalam persaingan di nomor tersebut.

banner 325x300

Meski belum membawa pulang medali, keempat atlet Indonesia telah memberikan penampilan terbaik mereka di hadapan para pendukung dan peserta lain di arena Kinjofuto. Hasil akhir pertandingan membuat nomor lead putra dan putri belum menyumbangkan medali bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Perjuangan Sukma, Alma, Raviandi, dan Putra hingga babak final tetap menjadi bagian penting dari kiprah kontingen Merah Putih di Nagoya pada Sabtu.

Dua climber Indonesia, Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany, telah menuntaskan persaingan nomor lead putri pada Asian Games 2026. Keduanya belum mampu menembus posisi podium, tetapi tetap memberikan perlawanan dalam perlombaan yang menuntut kekuatan, ketahanan, konsentrasi, serta kemampuan membaca jalur panjatan.

Sukma Lintang Cahyani menjadi atlet Indonesia pertama yang tampil. Ia menyelesaikan perlombaan dengan raihan 28 poin. Hasil tersebut menempatkannya di posisi kedelapan, sekaligus menjadi dasar klasemen nomor lead putri. Catatan itu menggambarkan ketatnya persaingan, karena setiap gerakan dan hambatan yang berhasil dilewati sangat berpengaruh terhadap peringkat akhir.

Sementara itu, Alma Ariella Tsany mengakhiri pertandingan dengan hasil lebih baik. Ia mengumpulkan 35 poin dan menempati peringkat kelima. Kendati belum cukup untuk membawa Indonesia meraih medali, pencapaian Alma menunjukkan performa yang kompetitif di para peserta yang bersaing pada babak penentuan.

Medali emas nomor lead putri diraih Seo Chaehyun dari Korea Selatan. Ia tampil paling unggul setelah berhasil menuntaskan seluruh hambatan hingga mencapai puncak jalur. Keberhasilan tersebut membuat Seo menjadi atlet dengan pencapaian tertinggi dalam perlombaan ini.

Posisi kedua ditempati atlet tuan rumah, Mori Ai, yang mengoleksi 47 poin. Dukungan penonton dan performanya sepanjang jalur membantunya mengamankan medali perak. Adapun Zhang Yueong dari Tiongkok berada di peringkat ketiga dengan raihan 39 poin sehingga berhak atas medali perunggu.

Dengan demikian, Alma berada di posisi kelima dan Sukma menempati posisi kedelapan, terpisah dari tiga atlet yang mengisi podium. Hasil tersebut menutup penampilan Indonesia di nomor lead putri tanpa tambahan medali, meskipun kedua climber telah menyelesaikan pertandingan dan mencatatkan hasil masing-masing dalam persaingan tingkat Asia.

Nomor lead putra Asian Games 2026 belum menghasilkan medali bagi Indonesia, meskipun dua wakil Merah Putih mampu bersaing di para pemanjat terbaik. Putra Tri Ramadani mencatat hasil paling tinggi dengan menempati posisi kelima. Ia mengumpulkan 32 poin dalam rangkaian pertandingan yang menuntut kekuatan, ketepatan teknik, serta kemampuan membaca jalur panjat. Pencapaian tersebut menempatkannya di lima besar, tetapi belum cukup untuk membawa Indonesia ke podium.

Raviandi Ramadhan menyelesaikan perlombaan di peringkat kedelapan dengan raihan 23 poin. Hasil itu membuatnya berada di bawah Putra dalam klasemen akhir nomor lead putra. Performa Raviandi tetap menjadi bagian penting dari penampilan Indonesia pada nomor ini, khususnya karena persaingan berlangsung ketat dan setiap poin ditentukan oleh kemampuan atlet mencapai bagian tertinggi jalur dalam waktu yang tersedia.

Gelar juara akhirnya menjadi milik atlet tuan rumah, Suzuki Neo. Ia tampil paling konsisten dan mengakhiri kompetisi dengan 40 poin, sekaligus mengamankan posisi teratas di hadapan pendukung sendiri. Keberhasilan tersebut memperkuat dominasi tuan rumah pada nomor lead putra serta menjadikan Suzuki sebagai peraih medali emas dalam pertandingan tersebut.

Medali perak diraih Yoshida Satone dengan 38 poin, sedangkan Lee Dohyun dari Korea Selatan memperoleh medali perunggu dengan jumlah poin yang sama, yakni 38. Perbedaan penempatan di keduanya ditentukan oleh aturan pemeringkatan kompetisi ketika atlet memiliki raihan poin setara. Dengan komposisi itu, Suzuki Neo berdiri sebagai juara, sementara Yoshida Satone dan Lee Dohyun melengkapi podium. Bagi Indonesia, posisi kelima Putra Tri Ramadani dan peringkat kedelapan Raviandi Ramadhan menunjukkan bahwa keduanya mampu menembus persaingan utama, meski belum berhasil mempersembahkan medali.

Nomor lead pada Asian Games edisi ke-20 belum menghasilkan medali bagi kontingen panjat tebing Indonesia. Empat atlet Indonesia yang tampil di nomor tersebut gagal menambah koleksi medali setelah menyelesaikan persaingan melawan para pemanjat dari negara peserta lainnya. Hasil itu menjadi catatan tersendiri bagi tim Indonesia karena nomor lead merupakan salah satu nomor yang diikuti dalam rangkaian pertandingan panjat tebing pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Meski nomor lead belum menyumbangkan medali, kontingen panjat tebing Indonesia tetap mencatatkan perolehan satu medali emas sepanjang keikutsertaannya di Asian Games ke-20. Medali tunggal dari cabang tersebut disumbangkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi melalui nomor speed putri. Pencapaian Desak menjadikan nomor speed putri sebagai satu-satunya nomor panjat tebing yang menghadirkan medali bagi Indonesia dalam edisi Asian Games kali ini.

Dengan demikian, rekap hasil panjat tebing Indonesia terdiri atas satu medali emas dari nomor speed putri dan belum ada medali dari nomor lead. Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi atlet yang tercatat sebagai penyumbang medali bagi cabang panjat tebing Indonesia. Sementara itu, empat climber Indonesia yang bertanding di nomor lead belum berhasil menambah perolehan tersebut hingga berakhirnya persaingan di nomor yang mereka ikuti. Catatan ini merangkum hasil atlet Indonesia pada cabang panjat tebing di Asian Games edisi ke-20, dengan emas dari Desak sebagai satu-satunya medali yang dibawa pulang dari cabang tersebut.

banner 325x300