banner 728x250

Farel Prayoga Menelusuri Penjualan Tanah yang Disebut Tanpa Sepengetahuannya

Farel Prayoga Menelusuri Penjualan Tanah yang Disebut Tanpa Sepengetahuannya
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Farel Prayoga menceritakan persoalan terkait aset tanah miliknya yang disebut telah dijual oleh pihak keluarga kandung tanpa sepengetahuannya. Cerita tersebut disampaikan dengan didampingi Muhammad Rais, manajer sekaligus ayah angkatnya. Dalam keterangannya, Farel mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui tanah itu sudah terjual sebelum Rais menyampaikan kabar tersebut kepadanya. Pernyataan itu menjadi inti persoalan yang kini ia ceritakan.

Tanah tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp400 juta. Aset itu tidak hanya berupa lahan, tetapi juga dilengkapi bangunan serta kolam. Nilai dan kelengkapan tersebut menjadi bagian dari keterangan mengenai tanah yang dibicarakan Farel. Informasi yang disampaikan belum menjelaskan rincian lain mengenai kondisi aset, termasuk kapan penjualan berlangsung atau siapa yang menerima tanah tersebut.

banner 325x300

Farel mengatakan ia sempat tidak menyangka tanah yang berasal dari hasil kerja kerasnya itu telah terjual. Keterkejutannya muncul setelah mengetahui kabar mengenai aset tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan rasa tidak menyangka tanpa menguraikan alasan lain atau memberikan rincian tambahan mengenai perasaannya. Kisah ini berpusat pada kabar penjualan yang baru ia ketahui setelah diberi tahu Rais.

Menurut Farel, Rais adalah orang pertama yang menyampaikan informasi bahwa tanahnya telah dijual. Dengan demikian, ia mengetahui kabar tersebut bukan dari proses penjualan, melainkan dari manajer sekaligus ayah angkatnya. Farel tidak menyebutkan dalam keterangan itu kapan Rais mengetahui hal tersebut ataupun bagaimana informasi penjualan pertama kali sampai kepada Rais. Hal-hal tersebut belum diterangkan dalam cerita yang disampaikan.

Perkara ini menyangkut aset yang disebut sebagai milik Farel dan penjualan yang, menurut keterangannya, berlangsung tanpa sepengetahuannya. Nilai sekitar Rp400 juta, keberadaan bangunan dan kolam, serta kabar yang disampaikan Rais menjadi informasi utama yang ia ungkapkan. Farel juga menyatakan keterkejutannya karena tanah hasil kerja kerasnya disebut sudah terjual. Rincian mengenai waktu, proses, dan pihak terkait tidak disertakan dalam keterangan yang tersedia.

Setelah menelusuri kabar mengenai tanah yang disebut telah dijual tanpa sepengetahuannya, Farel Prayoga berupaya mencari keterangan langsung dari pihak yang berkaitan dengan transaksi tersebut. Dalam penelusuran itu, Rais memperoleh kontak pembeli tanah. Informasi kontak tersebut kemudian menjadi jalan bagi Farel untuk meminta penjelasan, bukan hanya mengandalkan kabar yang beredar. Dengan pendampingan Rais, Farel menghubungi pembeli secara langsung. Langkah itu dilakukan agar ia dapat mendengar sendiri keterangan mengenai tanah yang menjadi pembicaraan dan memahami apa yang sebenarnya ia ketahui tentang transaksi tersebut.

Farel menuturkan bahwa percakapan tersebut memberinya kejelasan mengenai status tanah itu. Dari penjelasan yang ia dengar langsung, ia memahami bahwa tanah tersebut memang telah terjual. Keterangan itu ia dapatkan setelah berkomunikasi dengan pembeli, ketika berusaha menelusuri kabar yang sebelumnya membuatnya bertanya-tanya. Dalam menyampaikan ceritanya, Farel menekankan hasil pemahamannya dari percakapan itu: tanah tersebut sudah terjual. Ia tidak menguraikan lebih jauh siapa yang melakukan penjualan maupun bagaimana tahapan transaksi berlangsung. Karena itu, informasi yang disampaikan terbatas pada pemahaman yang ia peroleh dari pembeli.

Farel menceritakan hal itu di Studio Pagi-Pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2026). Ceritanya menunjukkan bahwa ia mencoba mendapatkan kejelasan melalui komunikasi langsung, dengan Rais mendampingi proses menghubungi pembeli. Pendampingan Rais juga memungkinkan Farel menyampaikan pertanyaan secara langsung, sementara pembeli menjadi sumber penjelasan yang ia dengarkan. Farel merujuk pada percakapan itu saat menjelaskan apa yang ia ketahui. Meski demikian, pernyataannya tidak menjelaskan rincian lain tentang jual beli tanah itu. Ia menyampaikan bahwa hasil percakapan membuatnya memahami tanah tersebut telah terjual, tanpa menambahkan keterangan mengenai siapa yang menjual atau bagaimana kesepakatan dibuat.

Menurut Rais, Farel selama ini berusaha melihat keluarganya dengan pikiran positif. Sikap tersebut membuatnya tidak serta-merta mempercayai kabar bahwa tanah yang disebut miliknya telah dijual tanpa sepengetahuannya. Bagi Farel, informasi itu terasa sulit diterima karena ia cenderung memberi kepercayaan kepada keluarga dan berharap persoalan dapat dipahami dengan baik. Rais menggambarkan bahwa kabar mengenai tanah tersebut bukan hal yang langsung dianggap benar oleh Farel, melainkan sesuatu yang membuatnya perlu menghadapi kenyataan yang mengecewakan.

Rais juga menyampaikan bahwa perkara mengenai aset bukan kali pertama dialami Farel. Sebelumnya, sapi-sapi milik Farel disebut telah dijual oleh pihak keluarga. Pengalaman terdahulu itu menjadi bagian dari latar yang membuat persoalan tanah terasa semakin berat. Namun, berdasarkan penjelasan Rais, kedua peristiwa tersebut dapat disebut sebagai persoalan aset yang pernah terjadi; tidak ada keterangan lebih lanjut yang perlu diasumsikan mengenai bagaimana keputusan penjualan dibuat atau siapa saja yang terlibat.

Penjelasan Rais menempatkan sikap Farel yang berusaha berpikir positif berdampingan dengan pengalaman kehilangan kendali atas asetnya. Ia semula sulit mempercayai kabar penjualan tanah, sementara kejadian mengenai sapi sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan serupa pernah muncul. Perbedaan kepercayaan Farel terhadap keluarga dan kabar yang diterimanya menjadi hal yang disoroti Rais. Keterangan itu menggambarkan keadaan Farel tanpa menyimpulkan alasan di balik tindakan pihak lain.

Rais menyebut Farel merasa kecewa dengan keadaan tersebut. Kekecewaan itu berkaitan dengan kabar bahwa tanah dijual tanpa sepengetahuannya, serta pengalaman terdahulu ketika sapi-sapinya juga dijual oleh pihak keluarga. Meski demikian, penting untuk membatasi uraian pada hal-hal yang disampaikan Rais: Farel dikenal berupaya berpikir positif, sulit percaya pada kabar penjualan tanah, pernah menghadapi persoalan penjualan sapi, dan merasa kecewa. Tidak ada dasar dalam keterangan tersebut untuk menambahkan dugaan tentang motif keluarga ataupun pihak yang melakukan penjualan. Dengan demikian, perhatian tetap tertuju pada pengalaman dan perasaan Farel sebagaimana diceritakan Rais.

Rais menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta bantuan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk menindaklanjuti persoalan aset yang dikaitkan dengan Farel Prayoga. Permintaan tersebut diajukan agar persoalan mengenai tanah yang disebut telah dijual tanpa sepengetahuan Farel dapat ditangani melalui koordinasi dengan pihak kementerian. Rais menyatakan bahwa langkah itu merupakan bagian dari upaya mencari kejelasan mengenai status aset dan rangkaian peristiwa yang terjadi. Hingga kini, pihaknya masih menunggu perkembangan dari proses yang sedang berjalan.

Menurut Rais, Farel telah menyampaikan kronologi dan kondisi yang dialaminya kepada pihak kementerian. Informasi itu diharapkan dapat membantu menjelaskan bagaimana persoalan tanah tersebut bermula, serta hal-hal yang menjadi perhatian Farel dan pihak yang mendampinginya. Namun, Rais belum menyampaikan kepastian mengenai langkah lanjutan maupun hasil yang mungkin diperoleh setelah keterangan itu diterima. Ia menegaskan bahwa proses penanganan masih berlangsung, sehingga perkembangan berikutnya bergantung pada tindak lanjut pihak-pihak terkait.

Rais juga mengakui bahwa sampai saat ini ia belum dapat memastikan apakah tanah tersebut bisa kembali menjadi milik Farel. Belum ada kepastian yang dapat disampaikan mengenai kemungkinan pemulihan aset, dan pihaknya masih mengikuti proses yang sedang ditempuh. Dengan demikian, harapan untuk memperoleh kembali tanah itu belum dapat dipandang sebagai hasil yang sudah ditetapkan. Rais berharap semua keterangan mengenai kronologi dan kondisi Farel dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan persoalan ini.

Meski belum mengetahui hasil akhirnya, Rais menyatakan pihaknya berharap aset tersebut dapat kembali kepada Farel. Menurutnya, tanah itu merupakan hasil kerja keras Farel sejak masih kecil, sehingga memiliki arti penting bagi perjalanan hidupnya. Rais juga menilai aset tersebut dibutuhkan untuk mendukung masa depan Farel.

Baca juga: Menelusuri Jejak Karir dan Kehidupan Amanda Rigby | Kasus Penjualan Kerbau Titipan Menghentak Kota Serang

banner 325x300