banner 728x250

Kopi Khop Meulaboh Catat Rekor Dunia MURI lewat Sajian Serentak 2.026 Warga

Kopi Khop Meulaboh Catat Rekor Dunia MURI lewat Sajian Serentak 2.026 Warga
banner 120x600
banner 468x60

Kota Meulaboh | Sebanyak 2.026 warga menyajikan dan meminum kopi khop secara serentak di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh. Kegiatan massal tersebut menempatkan kopi khop sebagai sajian utama, sekaligus memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam sebuah perayaan bersama yang membawa identitas kuliner daerah ke ruang publik.

Agenda itu digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-438 Kota Meulaboh. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang mengangkat kopi khop sebagai bagian penting dari kebudayaan dan keseharian masyarakat setempat.

banner 325x300

Ribuan warga berkumpul dengan sajian kopi khop masing-masing, kemudian menikmati minuman tersebut secara bersamaan. Kopi khop dikenal sebagai sajian kopi yang memiliki cara penyajian khas, yakni gelas diletakkan dalam posisi terbalik di atas piring. Keunikan itu menjadikan kopi khop tidak hanya menarik untuk dinikmati, tetapi juga mudah dikenali sebagai salah satu ciri kuliner Meulaboh.

Penyajian serentak oleh 2.026 warga menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap upaya memperkenalkan kopi khop secara lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, tradisi minum kopi dipadukan dengan semangat kebersamaan warga dan peringatan perjalanan panjang Kota Meulaboh.

Keterlibatan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat posisi kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan daerah. Pada saat yang sama, kehadiran ribuan peserta membuat kopi khop menjadi pusat perhatian dalam peringatan hari ulang tahun kota. Sajian khas tersebut tampil bukan sekadar sebagai minuman, melainkan sebagai simbol kebersamaan, kebanggaan daerah, dan warisan kuliner yang terus diperkenalkan kepada masyarakat.

Melalui penyajian bersama itu, Meulaboh menampilkan kekuatan tradisi lokal dalam bentuk yang melibatkan banyak orang. Capaian tersebut juga menjadi catatan penting bagi kopi khop, karena sajian khas Meulaboh ini dihadirkan dalam skala besar dan memperoleh pengakuan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahkan rekor dunia Indonesia kepada penyajian kopi khop yang dilakukan secara serentak oleh 2.026 warga. Penghargaan tersebut diberikan setelah jumlah peserta dan rangkaian penyajian dinilai memenuhi kriteria pencapaian terbanyak untuk sajian kopi khop. Catatan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Meulaboh dan Kabupaten Aceh Barat, tetapi juga dipandang sebagai capaian pada tingkat nasional hingga internasional.

Direktur Operasional MURI Muriawan Rahargo menyampaikan bahwa pencatatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap karya dan karsa masyarakat. Menurutnya, keterlibatan ribuan warga dalam mengangkat kopi khop menunjukkan kemampuan masyarakat Aceh Barat dalam merawat sekaligus mempromosikan potensi lokal melalui kegiatan budaya yang berskala besar. Penetapan rekor itu juga memperkuat posisi kopi khop sebagai bagian penting dari identitas kuliner Meulaboh, bukan sekadar minuman tradisional yang dikonsumsi sehari-hari.

Kopi khop Aceh Barat telah didaftarkan dalam hak atas kekayaan intelektual sejak 2024. Langkah tersebut menjadi dasar penting untuk melindungi nama, karakter, dan nilai budaya yang melekat pada sajian khas tersebut. Kopi khop disebut sebagai identitas sekaligus warisan kuliner autentik Meulaboh karena memiliki cara penyajian yang berbeda dari kopi pada umumnya. Kopi disajikan dalam cangkir yang diposisikan terbalik, dengan bagian minuman berada di bawah permukaan cangkir dan dinikmati melalui celah tertentu. Keunikan bentuk penyajian inilah yang turut disoroti MURI dalam penetapan rekor. Selain mencatat jumlah penyaji yang mencapai 2.026 orang, lembaga tersebut menilai ciri khas cangkir terbalik memperjelas keaslian dan daya tarik kopi khop. Rekor ini sekaligus membuka peluang bagi Aceh Barat untuk memperkenalkan tradisi minum kopi lokal kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan dan komunitas kuliner di berbagai negara.

Bupati Aceh Barat Tarmizi berharap pencatatan rekor MURI melalui penyajian kopi khop secara serentak tidak berhenti sebagai seremoni atau sekadar catatan prestasi. Momentum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan kopi khop Meulaboh kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Dengan pengenalan yang lebih luas, kopi khas tersebut diharapkan mampu membangun rasa ingin tahu dan mendorong lebih banyak orang datang langsung ke Aceh Barat.

Promosi kopi khop dapat berjalan seiring dengan pengembangan potensi wisata daerah. Wisatawan yang tertarik mencicipi minuman ini berpeluang mengunjungi Meulaboh, menikmati suasana daerah, serta mengenal kekayaan budaya dan kuliner Aceh Barat. Peningkatan kunjungan itu diharapkan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari sektor transportasi, penginapan, hingga usaha kuliner yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata.

Pelaku warung kopi menjadi salah satu pihak yang berpotensi memperoleh manfaat langsung. Umumnya, warung kopi di Aceh Barat menyediakan kopi khop sebagai bagian dari pilihan minuman bagi pelanggan. Apabila popularitasnya meningkat, permintaan untuk menikmati kopi tersebut juga diharapkan bertambah. Kondisi itu dapat memperbesar perputaran uang di warung kopi, membuka peluang pendapatan yang lebih baik, dan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat setempat.

Tarmizi juga menegaskan bahwa kopi khop telah memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Status tersebut memperkuat kedudukannya sebagai ikon sekaligus identitas Kota Meulaboh. Karena itu, pengenalan kopi khop tidak hanya berkaitan dengan promosi sebuah minuman, tetapi juga upaya memperkuat citra daerah. Rekor MURI diharapkan menjadi pintu masuk bagi promosi berkelanjutan, sehingga kopi khop semakin dikenal, wisatawan terdorong berkunjung, dan manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

Kopi khop merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Aceh Barat yang memiliki cara penyajian berbeda dari minuman kopi pada umumnya. Jika kopi biasanya disajikan dalam cangkir atau gelas dengan posisi terbuka di bagian atas, kopi khop justru ditempatkan di dalam gelas yang diletakkan secara terbalik. Gelas tersebut berada di atas sebuah piring kecil, sehingga bagian bibir gelas menempel pada permukaan piring dan membentuk ruang sempit bagi kopi untuk keluar secara perlahan.

Keunikan itu tidak hanya terlihat pada penataannya, tetapi juga menentukan cara menikmati kopi khop. Untuk meminumnya, penikmat biasanya menggunakan sedotan yang diselipkan melalui celah bibir gelas dan piring. Kopi kemudian diseruput sedikit demi sedikit dari bagian tersebut. Sebagian orang juga dapat memanfaatkan sendok atau mengatur posisi gelas dengan hati-hati agar aliran kopi lebih mudah dijangkau. Cara ini memerlukan ketelitian karena gelas harus tetap berada dalam posisi terbalik tanpa menumpahkan isi minuman.

Dalam penyajiannya, kopi khop umumnya menggunakan kopi hitam bercita rasa kuat yang menjadi bagian dari kebiasaan minum kopi masyarakat setempat. Namun, daya tarik utamanya terletak pada pengalaman menikmati kopi melalui posisi gelas yang tidak lazim. Pengunjung tidak hanya mencicipi minuman, tetapi juga menyaksikan tradisi penyajian yang khas dan berbeda dari sajian kopi di daerah lain. Posisi gelas yang terbalik serta cara menyeruput kopi melalui celah gelas dan piring menjadi ciri utama kopi khop. Karena keunikan tersebut, kopi khop mudah dikenali sebagai kuliner khas Meulaboh dan salah satu identitas gastronomi Aceh Barat.

banner 325x300