banner 728x250

Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Desa Kandan Masih Berlangsung

Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Desa Kandan Masih Berlangsung
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Kotawaringin Timur | Kebakaran lahan gambut masih berlangsung di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Peristiwa tersebut telah terjadi sejak Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, api belum sepenuhnya padam sehingga petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Penanganan dilakukan secara berkelanjutan pada area lahan gambut yang terbakar. Petugas berupaya mengendalikan api sekaligus memastikan bagian-bagian lahan yang telah terbakar tidak kembali menyala. Proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karena kondisi di bawah permukaan gambut masih perlu dipantau secara langsung oleh petugas di lapangan.

banner 325x300

Pelaksanaan pemadaman menghadapi kondisi medan yang dipenuhi belukar. Vegetasi tersebut membuat pergerakan dan penanganan di sekitar titik kebakaran harus dilakukan dengan cermat. Petugas bekerja untuk menjangkau area yang terdampak, termasuk bagian lahan yang sulit dilalui, sambil terus memeriksa kondisi api dan asap di sekitarnya.

Upaya penanganan juga berlangsung pada malam hari ketika kondisi di lokasi gelap. Dalam situasi tersebut, petugas tetap melanjutkan pekerjaan pemadaman dan pendinginan di tengah belukar. Sampai Rabu, proses penanganan kebakaran lahan gambut di Desa Kandan masih berjalan, dengan petugas terus berupaya mengendalikan titik-titik api yang ditemukan di lapangan.

Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) mengerahkan berbagai unsur untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Kandan. TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, serta relawan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Keterlibatan banyak pihak tersebut diperlukan karena karakter lahan gambut membuat api berpotensi menjalar di bawah permukaan dan sulit dipastikan benar-benar padam.

Setiap unsur bekerja secara terpadu di lapangan dengan membagi tugas sesuai kapasitas masing-masing. Petugas pemadam berupaya mengendalikan kobaran dan membasahi area yang terbakar, sementara personel TNI, Polri, serta relawan membantu proses pemadaman, pengangkutan peralatan, dan pemantauan titik api. Pemerintah daerah turut mendukung koordinasi serta pemenuhan kebutuhan operasional agar penanganan dapat berlangsung secara cepat dan berkelanjutan.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra juga hadir langsung di lokasi kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, Kadek tidak hanya memantau proses penanganan, tetapi turut membantu mengarahkan nozzle pemadam untuk menjinakkan api. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah petugas menjadi dorongan bagi seluruh personel yang masih bekerja menghadapi kondisi medan dan asap di kawasan lahan gambut.

Kadek menyampaikan bahwa kerja bersama dilakukan untuk mempercepat penanganan titik api serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Sinergi pemerintah daerah, FKPD, TNI, Polri, petugas pemadam, dan relawan menunjukkan kekompakan serta keseriusan seluruh pihak dalam menangani karhutla. Kolaborasi tersebut juga penting untuk memastikan api dapat dikendalikan, mencegah perluasan area terdampak, dan melindungi warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Kepala Desa Kandan, Agus Prawito, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masih berlangsung. Setelah api berhasil ditekan di sejumlah titik, petugas belum menghentikan pekerjaan karena masih terdapat bagian lahan yang berpotensi menyimpan bara. Upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pendinginan, terutama di kebun milik warga yang sebelumnya terbakar. Petugas memeriksa permukaan tanah dan area yang terdampak untuk memastikan tidak ada asap atau bara yang kembali memicu penyebaran api.

Menurut Agus, luas kebun warga yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare. Angka tersebut merupakan perkiraan area milik masyarakat yang terdampak dalam kejadian karhutla di Desa Kandan. Proses pendinginan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lahan gambut yang dapat menyimpan panas di bawah permukaan. Karena itu, meskipun api terbuka telah berkurang, pemeriksaan dan pembasahan tetap diperlukan agar titik api tidak muncul kembali, khususnya ketika cuaca panas dan angin berembus.

Selain kebun warga, kebakaran juga terjadi di lahan bekas perusahaan yang sebelumnya disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Agus menegaskan bahwa luas area eks perusahaan tersebut belum dapat diperkirakan. Lahan itu berstatus sebagai lahan sitaan sehingga pendataan luasan terdampak masih memerlukan kepastian dan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian, perkiraan sekitar 15 hektare hanya merujuk pada lahan warga dan tidak dapat disamakan dengan luas lahan eks perusahaan. Pemisahan data tersebut penting agar informasi mengenai dampak kebakaran tetap akurat.

Kapolres Kotawaringin Timur mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan menggunakan metode pembakaran. Imbauan tersebut disampaikan seiring masih berlangsungnya upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di area gambut Desa Kandan. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena penanganan kebakaran memerlukan waktu, tenaga, dan keterlibatan berbagai pihak di lapangan.

Kadek menegaskan bahwa masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pencegahan karhutla. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan serta ikut memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal dan wilayah garapan. Kepedulian warga dinilai penting untuk membantu mencegah munculnya titik api baru, terutama ketika petugas masih berupaya menangani kebakaran yang terjadi.

Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menghindari pembukaan lahan melalui pembakaran, warga turut mendukung upaya pemadaman dan pencegahan yang dilakukan petugas. Kesadaran bersama diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap kawasan gambut serta mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Kapolres kembali mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengambil bagian dalam pencegahan karhutla. Warga diharapkan tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tetap berperan aktif dalam menjaga wilayah masing-masing. Dukungan masyarakat akan membantu petugas mengurangi kemungkinan timbulnya titik api baru, sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca juga: Upaya Pemadaman Karhutla di Gunung Bromo | Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari | Tingkatkan Kesadaran Bahaya Karhutla, TNI Kembali Laksanakan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sambas

banner 325x300